Ada Kampus Unik di Afrika, Bangunannya Terbuat dari Tanah Liat dan Kayu Eukaliptus

JAKARTA, KOMPAS.com – Arsitek asal Burkina Faso, Diebedo Francis Kere, tengah membangun sebuah gedung kampus di tanah kelahirannya. Bekerja dengan firmanya, Kere Architecture, bangunan tersebut terbuat dari tanah liat dan sekat dindingnya terbuat dari kayu eukaliptus (eucalyptus).

Universitas tersebut bernama Institut Teknologi Burkina dan merupakan bagian dari kompleks Sekolah Menengah Lycee Schorge di Koudougou. Bangunan ini didirikan untuk memperluas area kampus, yang dimiliki oleh Institut Stern Stewart.

Kehadiran sekolah tinggi ini membuka kesempatan bagi para lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Bangunan seluas 2.100 meter persegi ini terdiri dari serangkaian modul berulang yang berisi ruang kelas, ruang kuliah, dan ruang tambahan.

Visual gedung Institut Teknologi Burkina di Burkina Faso, yang terbuat dari material tanah liat dan kayu eucalyptus. Dirancang oleh arsitek setempat, Diebedo Francis Kere.
sumber: dezeen.com

Setiap bagian ruangan (modul) dibangun dalam formasi zig-zag untuk memfasilitasi aliran udara di dalam dan di sekitar gedung. Bagian ruangan yang berisi ruang kelas diatur melingkar, mengelilingi lapangan persegi panjang yang berada di luar gedung.

Bangunan tersebut dibuat dengan tanah liat di area sekitar kampus, yang telah digabungkan dengan beton kemudian dituangkan dan dicor tepat ke dalam bekisting besar. Bekisting merupakan ukuran satu ruang kelas, dan dirancang untuk dibongkar dan dibangun kembali dalam mentransmisikan setiap modul.

Teknik pembangunan ini juga diaplikasikan dalam pembangunan sekolah dasar di Gando. Ini adalah metode konstruksi yang lebih cepat dan fleksibel daripada menggunakan batu bata dari tanah liat tradisional.

Material tanah liat dipilih karena melimpah di daerah sekitar dan membantu mendinginkan interior gedung ketika suhu udara sekitar meningkat.

Bukaan atap dirancang untuk melepaskan udara hangat melalui efek tumpukan. Teknik pemasangan ini secara alami memberikan ventilasi pada bangunan.

Di sekitar kelas terdapat koridor dan jalan setapak yang teduh, dibingkai oleh dinding kayu eukaliptus. Dinding ini menyatukan kampus dengan sekolah, yang juga dilapisi dengan kayu yang sama.

Kayu eukaliptus juga digunakan untuk menutupi langit-langit gantung di dalam ruang kelas, sehingga menambahkan kesan hangat ke dalam interior. Bangunan ini dilengkapi dengan desain lanskap luas yang telah direncanakan untuk melindungi kampus selama musim hujan, karena lokasinya merupakan daerah yang rawan banjir.

Kere Architecture didirikan oleh Diebedo Francis Kere di Berlin pada tahun 2005. Proyek terbaru lainnya yang pernah mereka kerjakan antara lain paviliun Tippet Rise Art Centre di Montana, Amerika Serikat, yang dibuat dari pohon mati.

Saat ini. firma milik Kere ini juga sedang mengembangkan parlemen Bernin, yang didesain berdasarkan pohon palaver Afrika.

Tinggalkan Balasan