Berawal dari Anti Perabot Pabrikan, Yuk Mengenal Desain Arts and Crafts!

Kalau mendengar kata arts and crafts, pasti yang terpikir adalah kerajinan tangan. Ya, begitu pula dengan desain interior. Desain Arts and Crafts menekankan pada keterampilan tangan dalam menciptakan furnitur dan perabot berkualitas dan bernilai seni tinggi.

Gaya Arts and Crafts berasal dari Inggris pada akhir abad ke-19, yang ditandai dengan gaya dekorasi yang mengingatkan pada abad pertengahan (medieval). Gaya ini menempatkan pentingnya kualitas tinggi pada pengerjaan, dan menekankan pentingnya seni untuk berkontribusi pada reformasi ekonomi.

Gerakan Arts and Crafts lahir sebagai reaksi terhadap gaya yang rumit dan kaku dari era Victoria. Selain itu, desain interior dalam era Victorian juga dinilai miskin akan nilai-nilai estetis karena sifat-sifatnya yang natural dan apa adanya. Maka, Arts and Crafts muncul dengan pelopornya William Morris, yang mengusung gaya ilustrasi yang kaya akan seni dekoratif yang memiliki nilai keterampilan tinggi.

Gerakan ini menolak perabotan yang diproduksi oleh pabrik dan aksen dekoratif yang berlaku pada saat itu, dan merangkul keindahan alam dan bukan keahlian tradisional. Berikut ini karakteristik desain interior Arts and Crafts, seperti dilansir dari balkonie.com.

Kayu

sumber: period-homes.com

Kayu merupakan elemen yang paling penting dalam desain Arts and Crafts karena kayu memiliki penekanan pada alam dan visual yang cantik alami. Dalam desain Arts and Crafts, hampir tidak akan pernah ada kayu yang dicat. Fokusnya justru terletak pada noda kayu yang menonjolkan keindahan yang unik. Kayu oak adalah kayu yang paling populer digunakan pada desain Arts and Crafts. Selain itu, pinus dan maple juga sering digunakan.

Warna

sumber: owlcation.com

Palet warna dalam desain Arts and Crafts bersifat halus, dan keindahannya diredam langsung dari alam dengan menggunakan batu, kulit kayu, daun, dan rumput. Gaya Arts and Crafts mengambil pendekatan yang bersifat halus dengan elemen warna-warna tanah. Tema warna yang banyak digunakan adalah cokelat dan hijau. Untuk warna-warna yang kurang organik, seperti biru, harus dibuat terlihat seperti sedikit berdebu atau kotor.

Perabotan

sumber: houseandgarden.co.uk

Perabotan bergaya Arts and Crafts jauh dari sofa berbusa dan hiasan ukiran seperti yang ada dalam desain Victoria. Sebaliknya, perabotan yang digunakan dalam desain Arts and Crafts kokoh, tidak menggunakan hiasan, namun tetap mengedepankan kenyamanan dan aspek fungsional. Tidak hanya fungsional, gaya Arts and Crafts memiliki karakteristik yang halus sehingga perabotannya sedap dipandang. Pada desain interior bergaya Arts and Crafts, perhatian tertuju terhadap detail dan bahan yang digunakan.

Lantai

sumber: wideplankflooring.com

Lantai dalam desain Arts and Crafts sesuai dengan keindahan alam seperti kayu (papan atau parket), batu, hingga batu tulis.

Detail

sumber: barnfurnituremart.com

Desain Arts and Crafts menekankan pada detail yang dibuat, dicap, dan dilukis dengan tangan. Desain ini dikembangkan sebagai jawaban terhadap wallpaper yang diproduksi di pasar massal dan perawatan dekoratif lainnya dari era Victoria. Dengan menggunakan aspek dekorasi, gaya ini membuat bahan metal terlihat hangat.

Tinggalkan Balasan