Bioskop Tua di Jerman Beroperasi Lagi, Kini Tampil Kekinian dengan Dekorasi Lampu Neon

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu bioskop tua dan bersejarah bernama Blauer Stern di Pankow, Berlin Utara, Jerman kembali dioperasikan. Bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1870 itu direnovasi dan diperbarui oleh Studio lokal Batek Architekten dengan mengubah tampilannya menjadi lebih modern dan kekinian.

Menurut Dezeen, studio lokal Batek Architekten memasang dan menghiasi setiap sisi serambi bangunan asli tersebut dengan lampu neon. Selain itu, Batek Architekten juga membuka serambi bangunan bersejarah, dengan melepas struktur kaca dan baja yang memisahkannya dari lorong.

Area pintu masuk bioskop arthouse yang telah diperbarui sekarang menjadi ruang yang ramah dengan bangku panjang melengkung dan konter penyegar yang dilapisi logam zig-zag. Batek Architekten juga memilih menggunakan warna merah tua untuk tempat duduk berlapis beludru, konter, dan snack bar mobile.

Bioskop Blauer Stern di Berlin Jerman
sumber: dezeen.com

Warna ini melengkapi rona merah dengan warna terong yang menjulang di tengah dinding.

“Dinding di sini memiliki dua warna: bagian bawah dua meter dicat terong gelap, dan di atasnya dengan warna abu-abu pucat,” kata pendiri Batek Architekten Patrick Batek seperti dikutip dari dezeen.com.

“Kami selanjutnya memilih pelapis zig-zag logam untuk meja utama yang mewakili pola klasik dengan bahan modern. Untuk meja, kami memilih kuningan sebagai bahan yang hangat dan berkelas,” lanjutnya.

Selain itu, terdapat sebuah lukisan berukuran besar yang terletak di foyer bioskop. Lukisan ini sekaligus menginformasikan tanda area pintu masuk teater bioskop.

Bioskop Blauer Stern di Berlin Jerman
sumber: dezeen.com

Selanjutnya, di auditorium utama Blauer Stern dipasang palet berwarna jenuh dan lukisan untuk menghiasi dinding bioskop dinding bioskop.

“Di auditorium utama, kami menutupi dinding dengan kain berwarna-warni yang polanya kami sesuaikan dengan sebuah karya seni yang disebut ‘Lange Reise’ atau berarti ‘Perjalanan Panjang’ karya seniman Mechtild van Ahlers,” jelas Batek.

Lukisan ini sengaja diperbesar hingga ukuran dinding di auditorium, warna merah dari bunga dan bentuk seperti awan mengapung di atas latar belakang biru tua.

“Tirai, langit-langit, dan koridor dipenuhi dengan warna merah yang kuat, dan ini jadi ciri khas untuk bioskop,” sambungnya.

Bioskop Blauer Stern di Berlin Jerman
sumber: dezeen.com

Di seluruh bioskop, lampu neon berfungsi baik sebagai sumber cahaya maupun sebagai instalasi seni abstrak. Pencahayaan terinspirasi oleh cetakan bersejarah langit-langit foyer yang pola permen grafisnya sebagian dilacak dengan trek lampu LED yang ditangguhkan.

Selain itu, studio juga memasang beberapa cahaya lampu neon di sepanjang lorong dan koridor menuju teater bioskop. Di dalam auditorium utama, tabung lampu neon juga digunakan untuk menelusuri bukaan melengkung antara lorong dan auditorium itu sendiri.

Studio berharap telah memberi bioskop pembaruan modern, sambil juga mempertahankan bentuk dan bangunan aslinya.

“Ketika kami diminta untuk merenovasi ruang, kami sangat memperhatikan ruang yang ada dan karakternya,” kata Batek.

Tinggalkan Balasan