Deretan Istana Mewah Keluarga Kerajaan Arab Saudi, Totalnya Lebih dari Rp 21 Kuadriliun!

Keluarga besar Al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi dikenal sebagai keluarga terkaya di dunia. Dipimpin oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, kekayaan keluarga Al-Saud mencapai US$ 1,5 triliun, atau lebih dari Rp 21 kuadriliun (kurs Rp 14.000/USD).

Di antara anggota keluarga Al-Saud yang super kaya itu, tiga anggota kerajaan memegang peranan dominan dalam mengurusi seluruh kekayaan mereka, yakni Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS), dan keponakan Raja Salman, Pangeran Alwaleed bin Talal.

Meski Kerajaan Saudi berusaha menutupi daftar kekayaan mereka, namun aset-aset besar seperti istana mewah yang mereka miliki sudah bukan rahasia lagi. Berikut sederet lima istana megah yang dimiliki oleh keluarga Al-Saud yang nilainya tentu sangat fantastis.

Istana Murabba

sumber: visitsaudi.com

Istana Murabba dibangun oleh pendiri Kerajaan Saudi, Raja Abdul Aziz, pada 1937 di luar kota tua Riyadh. KompleksIstana Murabba dikelilingi oleh taman di selatan, Lembah Batha di timur, Wadi Abu Rafie di barat, dan perbukitan di utara.

Kompleks istana tersebut dibangun di atas sebidang tanah yang disebut Murabba Al-Sufyan. Dibangun dengan gaya tradisional Najdi dengan pengerjaan dan desain tingkat tinggi, Istana Murabba memiliki 32 kamar dan sekitar tujuh halaman.

Istana Al-Yamamah

sumber: loveproperty.com

Istana Al-Yamamah adalah kediaman resmi dan kantor Raja Arab Saudi dan tempat kedudukan istana kerajaan. Terletak di pinggiran barat Riyadh , istana ini merupakan tempat utama untuk menerima tamu Kerajaan. 

Arsitektur dan desain Istana Al-Yamamah lebih menakjubkan dari Istana Murabba. Lantai istana ini terbuat dari marmer Italia, dengan langit-langit berukir serta panel dinding yang menambah kesan mencolok. Istana Al-Yamamah memiliki sekitar 400 kamar, yang memiliki lampu gantung yang indah dan dekorasi dari emas.

Istana Al-Auja

sumber: loveproperty.com

Karena alasan keamanan Raja Salman sesekali tinggal di Istana Al-Auja. Istana terletak di barat laut istana Al-Yamamah ini relatif lebih aman untuk sang Raja. Istana yang konstruksi cukup baru ini dibangun dengan dana jutaan dolar. Sama seperti Istana Murabba, Istana Al-Auja dibangun dengan gaya Najdi.

Menariknya, interior Istana Al-Auja tidak berusaha menonjolkan kekayaan Kerajaan Saudi. Istana ini justru mencerminkan kesederhanaan dan kecintaan Raja pada arsitektur lokal dan gaya dekoratif

Alih-alih pamerkan kemewahan, istana ini mengedepankan detail dan furnitur ukiran dinding yang sangat indah, lantai mosaik, dan aksen yang halus. Kamar-kamar di istana ini pun didekorasi dengan foto-foto bersejarah Arab Saudi.

Istana Erga

sumber: 99.co


Istana Erga terkenal dengan lantai mosaiknya yang menakjubkan dan ukiran unik di langit-langitnya yang tinggi. Istana ini juga dilengkapi dengan fasilitas super mewah. Interior ruang kerja Raja Salman dipenuhi dengan furnitur berwarna emas, mulai dari bingkai foto, meja, kursi, bahkan kotak tisu. Selain aksen emas, lampu gantung kristal berukuran besar tergantung di tengah langit-langit ruangan.

Di bagian depan Istana Erga terdapat kolam dengan air mancur, yang di sekelilingnya ditanami pohon kurma dan tanaman lainnya.

Istana Tuwaiq

sumber: arabnews.com

Istana Tuwaiq adalah rumah pertama Raja Salman. Istana yang bertempat di Riyadh ini bukan dijadikan sebagai tempat tinggal, tapi juga sering dipakai untuk acara kenegaraan, bahkan festival budaya untuk memperkenalkan kesenian Arab Saudi ke warga asing di sana.

Dibangun pada tahun 1985 oleh OHO Joint Venture yang terdiri dari Frei Otto dan Buro Happold, istana ini mengusung perpaduan konsep arsitektur modern dan tradisional, yang dilengkapi taman, gurun, banyak area terbuka, bahkan fasilitas mewah seperti loungesocial room, dekorasi ruang makan yang formal, dan kasual serta perpustakaan.

Istana Barzan

sumber: dekoruma.com

Istana Barzan memiliki luas hingga 300 ribu meter persegi. Istana Raja Arab Saudi ini dibangun pada tahun 1808 oleh Pangeran Muhammad bin Abdul-Muhsin Al Ali, dan selesai di masa Talal ibn Abdullah.

Terletak di Ha’il, Arab Saudi, sayangnya istana ini sudah tidak digunakan. Namun, Istana Barzan tetap kokoh berdiri dengan tiga lantai yang masih lengkap. Lantai pertamanya digunakan untuk ruang resepsi, taman yang indah, dan dapur dengan interior yang mewah. Lantai dua untuk menjamu tamu diplomatik, dan lantai tiga menjadi tempat tinggal bagi keluarga Kerajaan Saudi.

Istana Qishlah

sumber: saudipics.com

Istana Qishlah bertempat di kawasan Ha’il. Istana ini mulai dibangun saat masa pemerintahan Pangeran Abdul-Aziz bin Musa’ad Al Saud pada tahun 1940, hingga akhirnya dijadikan sebagai salah satu cagar budaya.

istana ini memiliki luas 142,8 x 141,2 meter dengan dinding setinggi 8,5 meter. Sebelumnya, bangunan ini juga pernah difungsikan sebagai pusat militer dan penjara, memiliki delapan bangunan menara pengawas, serta dua gerbang utama, timur dan barat.

Château Louis XIV

sumber: reuters.com

Putra mahkota pewaris Raja Salman, Pangeran Mohammad bin Salman, juga memiliki sederet istana megah, yakni Château Louis XIV di Paris, Prancis. Istana ini nilainya ditaksir mencapai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun, hingga dinobatkan sebagai salah satu rumah tinggal termahal di dunia.

Memiliki gaya arsitektur Prancis dengan sentuhan modern, istana ini juga dilengkapi dengan lapangan tenis. Halaman dan tamannya membentang seluas sekitar 50 hektare, memiliki parit-parit berisi air mancur yang bisa dibuat tampak berwarna-warni dengan pencahayaannya. Istana itu juga punya jacuzzi mewah dan kolam renang tanpa batas yang besar.

Setidaknya ada sepuluh kamar tidur yang ukurannya sangat besar di dalam istana ini. Ditambah lagi dengan kelab malam, sound system, dan gudang anggur yang akan memberikan pengalaman unik bagi para tamu sang Pangeran.

Tinggalkan Balasan