Deretan Rumah Berbentuk Sepatu di Dunia. Ternyata di Indonesia Juga Ada!

Banyak rumah yang memiliki bentuk yang tak biasa dan gaya yang unik. Bahkan, tak sedikit rumah yang tampilannya anti mainstream, salah satunya yang didesain menyerupai sepatu. Rumah berbentuk alas kaki ini rupanya banyak tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk juga di Indonesia.

Seperti apa penampakan rumah-rumah sepatu tersebut, juga apa saja keunikannya? Yuk, kita intip desain rumah sepatu yang ada di beberapa negara di dunia, yang bisa memberi inspirasi buat Sobat Ngopi semua.

Haines Shoe House

sumber: mybestplace.com

Rumah sepatu ini dibangun di Hellam, Pennsylvania, Amerika Serikat. Rumah unik berbentuk sepatu bot ini didirikan pada 1948 oleh Colonel Mahlon Nathaniel Haines, yang terinpirasi dari sepatu bot tua miliknya sendiri.

Rumah setinggi 7,6 m ini memiliki lima lantai. Sejak awal dibangun, rumah unik ini digunakan sebagai guest house dengan tiga kamar tidur, dua kamar mandi, dapur, dan ruang tamu.

Selain rumah sepatu itu sendiri, terdapat pula elemen-elemen lain yang juga bertema serupa, seperti kandang anjing dan kotak pos yang berbentuk sepatu. Jendela dan pagarnya juga diberi ornamen sepatu.

Klomp House

sumber: steemit.com

Rumah unik yang berdiri di taman Veenpark di kota Barger-Compascuum, Belanda, ini dikenal sebagai Klomp Huis atau Klomp House. Rumah ini didesain berbentuk kelom, sepatu khas Negeri Kincir Angin yang terbuat dari kayu.

Rumah sepatu ini terlihat sangat imut dan menggemaskan. Bukan hanya warna kuningnya yang menarik perhatian, keunikan rumah ini terletak pada bagian atapnya yang dibuat mirip seperti kain lipatan pada bagian atas sepatu.

Jika rumah sepatu ini terlihat seperti rumah di negeri dongeng, itu karena rumah unik ini terinspirasi dari tokoh kartun Alfred J. Kwak, bebek kuning di serial musikal anak karya Herman van Veen. Drama musikal tersebut tayang di tahun 1976, namun karena kepopulerannya, dibuatlah versi kartun Belanda, yang tayang pada 1989 sampai 1991.

The Shoe

sumber: dionisopunk.com

The Shoe adalah rumah yang dibangun sebagai wujud cinta Ron Van Zyl, pria asal provinsi Mpumalanga, Afrika Selatan, pada istrinya, Yvonne. Rumah berbentuk sepatu ini dibangun pada tahun 1990.

Kisah dibangunnya rumah sepatu ini berawal saat Zyl mengetahui sang istri tengah menginginkan sebuah sepatu. Akhirnya, Ron membangun rumah unik tersebut dengan dinding menggunakan material batu. Dinding gua diukir sendiri oleh Ron dengan ukiran yang menakjubkan. Rumah tersebut juga diisi dengan berbagai karya seni buatan tangan Ron.

The Shoe kioni menjadi ikon tempat wisata provinsi Mpumalanga. Tempat wisata ini juga menjadi bagian dari Gua Alfa Omega, sebuah tempat wisata yang sering digunakan sebagai pasangan tempat melangsungkan pernikahan.

Old Woman’s Shoe

sumber: freepressjournal.in

Rumah sepatu ini terletak di Kamala Nehru Park, Mumbai, India. Nama tamannya diambil dari nama Kamala Nehru, istri mantan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru. Kamala Nehru Park adalah salah satu taman anak-anak tertua di Mumbai. Dan salah satu objek paling menarik di taman ini adalah rumah sepatu yang disebut sebagai Old Woman’s Shoe, yang terinspirasi dari sebuah rima yang berbunyi,

“There was an old woman who lived in a shoe.
She had so many children, she didn’t know what to do;
She gave them some broth without any bread;
Then whipped them all soundly and put them to bed.”

Karena keberadaan rumah sepatu ini, Kamala Nehru Park dikenal juga sebagai Shoe Park.

Rumah Sepatu Medan

sumber: kabarmedan.com

Bukan hanya di luar negeri, di Indonesia juga terdapat rumah sepatu, salah satunya di Medan, Sumatera Utara. Rumah unik milik mantan atlet sepeda Muhammad Jusuf Sokartara ini dicat serba putih dan memiliki tiga lantai. Uniknya, Jusuf membangun rumah sepatu ini karena terinspirasi rumah sepatu yang berada di Kamala Nehru Park, India.

Rumah sepatu ini memiliki panjang bangunan sekitar 9 meter. Berbentuk sepatu lars, lengkap dengan rangkaian besi yang diibaratkan sebagai tali sepatu. Di mana setiap lantainya terdapat jendela dan balkon dengan teralis pengaman.

Di tembok rumah sepatu ini tertulisan angka 13, yang merupakan angka favorit sang Jusuf. Bukan sekedar hiasan, ternyata angka tersebut merupakan tanggal pernikahan Jusuf dengan istrinya. Selain itu, angka 13 juga menandakan tinggi rumahnya, yakni 13 meter, dan dibangun pada tanggal 13 pula.

Tinggalkan Balasan