House for Trees: Rumah Pot Beratapkan Pohon Beringin

Kalau biasanya pot-pot tanaman ditempatkan di rumah, yang ini justru rumahnya yang menjadi pot tanaman. Dinamakan House for Trees, rumah unik ini karya arsitek Vietnam, Vo Trong Nghia. Rumah yang dibangun di Ho Chi Minh City ini sebagai inovasi langkanya ruang hijau di ibukota Vietnam, yaitu hanya sekitar 0,25 persen dari keseluruhan wilayah.

Terdiri dari lima kotak beton, rumah pot ini dirancang dengan bahan-bahan lokal dan alami. Dinding luarnya terbuat dari beton dengan bekisting bambu, sementara untuk penyelesaiannya digunakan bata-bata lokal.

Di bagian atas rumah pot ditanami pohon beringin, yang dipilih karena memiliki akar gantung yang berfungsi untuk menangkap udara di atas tanah. Atap bangunan ini juga dirancang untuk menahan hujan dan angin. Atapnya juga didesain sedemikian rupa agar air tidak menggenang dan menyebabkan banjir.

sumber: architectural-review.com

Setiap bangunan pot memiliki dua kamar tidur yang cukup untuk menampung tiga orang. Bangunan yang paling kecil berada dekat dengan entrance, yakni sebuah bangunan berlantai satu dengan sebuah ruang altar untuk peribatadan. Sementara, keempat bangunan lainnya merupakan bangunan dua lantai. Lantai bawahnya digunakan untuk kegiatan bersama dan lantai atasnya didesain sebagai ruang privat.

Empat bangunan yang memiliki dua lantai terdiri dari fungsi ruang yang berbeda. Ada yang memiliki perpusatakaan di lantai bawah dan kamar tidur di atas, dapur di lantai bawah dan area penyimpanan di lantai atas, ruang makan di lantai bawah dan kamar tidur di lantai atas, serta yang terakhir, yang lokasinya paling jauh dari entrance, terdiri dari beberapa kamar mandi di lantai bawah dan lantai atas.

sumber: arch2o.com

Di tengah-tengah kelima bangunan tersebut terdapat court yard. Beberapa jendela dipasang di bagian belakang untuk menjaga privasi penghuninya. Sementara, pintu-pintu kaca dan jendela-jendela yang besar dibangun di bagian depan untuk memaksimalkan sinar matahari, sekaligus berfungsi sebagai ventilasi yang menjaga sirkulasi udara dalam bangunan.

Ruang hijau juga terdapat di halaman dan kebun di sekitar bangunan. Desain keseluruhan House for Trees ini bertujuan agar penghuninya merasa lebih bisa menyatu dengan alam dan lingkungan tropis.

sumber: yellowtrace.com.au

Jembatan dari logam dan eksterior dari beton in-situ melengkapi tampilan fasad bangunan. Jembatan tersebut menghubungkan tingkat atas bangunan yang berbeda dan menciptakan koridor yang teduh.

Saking uniknya, House for Trees berhasil memenangkan penghargaan World Architecture Festival 2014 untuk katagori desain rumah tinggal.

Tinggalkan Balasan