Kenapa Rumah di Timur Tengah Berbentuk Kotak dan Tanpa Genteng?

Bangunan rumah di sejumlah negara di Timur Tengah umumnya berbentuk kotak yang khas, dengan dindingnya yang terbuat dari material tanah liat yang tebal. Selain itu, rumah di Timur Tengah biasanya tidak memiliki atap genteng seperti rumah kebanyakan.

Desain rumah kotak tanpa atap bukan dibuat tanpa alasan. Selain merupakan perwujudan budaya setempat, struktur dan bentuk bangunan seperti itu bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan tinggal di tengah gurun pasir. Berikut alasan uniknya bentuk rumah di Timur Tengah.

Menahan Suhu Panas dan Dingin
Timur Tengah merupakan wilayah gurun pasir dengan paparan cahaya matahari yang sangat terik dan suhu sangat panas di siang hari, namun pada malam hari akan berubah menjadi sangat dingin. Karena itulah, rumah di Timur Tengah dibangun dengan material tanah liat yang cukup tebal, dengan desain berbentuk kotak.

sumber: keralahomedesign.blogspot.com

Dinding tanah liat sangat berguna untuk menyimpan suhu panas dari terik matahari. Pada waktu malam, dinding tersebut dapat memberikan kehangatan bagi penghuninya.

Mencegah Debu dan Pasir
Kondisi rumah di Timur Tengah berbeda dengan rumah-rumah di negara beriklim tropis yang didesain dengan banyak bukaan. Untuk mencegah debu dan pasir masuk ke dalam, rumah di Timur Tengah cenderung tertutup, minim ventilasi dan jendela, bahkan tak memiliki atap genteng.

Jarang Hujan
Atap datar yang dibangun di Timur Tengah memiliki fungsi sebagai insulasi yang dapat meminimalisasi panas yang masuk ke dalam rumah. Berbeda dengan atap bidang miring, atap datar biasanya dibuat jauh lebih padat dan tebal karena terbuat dari tanah liat dan beton. 

Banyaknya rumah atap datar yang dibangun di Timur Tengah juga karena wilayah tersebut jarang sekali mengalami hujan, sehingga tidak membutuhkan atap dengan bidang miring yang dapat mengalirkan air hujan ke dasar tanah. Atap datar juga dapat menahan terjangan angin kencang. 

Mengurangi Beban Biaya
Pengunaan atap datar dapat mengurangi beban biaya. Atap datar tidak memerlukan penutup dekoratif seperti sirap yang jauh lebih mahal. Atap datar juga dipercaya lebih tahan lama hingga puluhan tahun.

Menandakan Kecenderungan Politik
Pada masa pra-Perang Dunia II, bentuk atap datar menjadi tanda atau simbol dari kecenderungan politik seseorang. Seorang yang memiliki rumah atap datar dinilai memiliki kencenderungan politik-modernis, sementara atap bernada merupakan bagian dari kelompok konservatif. 

sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan