Keren Banget! Prototipe AC Alami Ini Terbuat dari Tumpukan Bambu

Keberadaan air conditioner (AC) sangat diperlukan di perkotaan atau di daerah bersuhu panas. Namun, penggunaan AC menyedot energi listrik yang sangat besar dan pada jangka panjang akan berefek pada perubahan iklim global.

Seiring kondisi tersebut, perusahaan multi-disiplin asal Perancis, AREP, mengembangkan prototipe bambu berteknologi rendah. Fungsi purwarupa tersebut sebagai perangkat alternatif sistem pendingin udara perkotaan dengan menerapkan prinsip pendinginan adiabatik.

AREP menyampaikan, peradaban kuno mendinginkan bangunannya dengan menggunakan kesegaran alami air melalui prinsip adiabatik. Untuk menguap, air membutuhkan energi yang diserap dari panas udara sekitar, sehingga menghasilkan efek pendinginan.

sumber: AREP

Prototipe pendingin perkotaan adiabatik dapat dianggap sebagai badan air di taman di musim panas. Semakin manusia mendekatinya, semakin sejuk udaranya.

Dalam pembuatannya, AREP berkolaborasi dengan pengerajin lokal Vietnam yang memiliki keahlian dalam mengolah bambu, sutra, dan tembikar.

Menara pendingin bambu berbentuk hiperboloid untuk stabilitas struktural. Tiang bambu utama sebagai media air mengalir dengan gravitasi.

sumber: AREP

Sementara di bagian lubang tengah sistem, terdapat blower yang menangkap udara panas dari atas dan mendorongnya ke bawah menuju tingkat yang lebih rendah. Saat udara melintasi air sebanyak dua kali, suhunya sudah menjadi lebih dingin secara alami berkat prinsip adiabatik.

AREP telah menguji prototipe tersebut di Hanoi, Vietnam. Hasilnya, sistem pendingin udara luar ruangan ini menurunkan suhu sebesar 6 derajat celsius, dari 30 derajat celsius menjadi 24 derajat celsius.

Kini, mereka berambisi untuk menerapkannya di wilayah dengan iklim kering atau sekitar cekungan mediterania ataupun teluk. Lokasi yang diincarnya seperti alun-alun, ruas jalan pejalan kaki, dan kawasan dengan bangunan-bangunan besar.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan