Masjid Penzberg, Desain Serba Metal dan Ramah Lingkungan

JAKARTA, KOMPAS.com – Masjid Penzberg merupakan salah satu struktur kontemporer dengan desain arsitektur modern yang terletak di dekat pusat Kota Penzberg, distrik Weilheim-Schongau, Bayern, Jerman.

Penzberg adalah sebuah kota dengan jumlah penduduk sekitar 16.000 jiwa yang berada di bagian selatan Jerman, yaitu di kaki Pegunungan Alpen. Muslim merupakan minoritas di kota ini, hanya berjumlah sekitar seribu jiwa.

Masjid Penzberg mendapatkan penghargaaan Wessobrunner Architekturpreis sebagai karya arsitektur masjid terbaik di seluruh negara Bagian Bayern, Jerman. Hal ini karena gaya arsitektur yang berbeda dengan sebagian besar masjid-masjid di Jerman umumnya yang berlanggam Turki Ottoman, dengan kubah dan menara sebagai ciri khasnya. Bentuk Masjid Penzberg ini kotak dengan dinding tegak lurus di setiap bidang dindingnya.

Berbahan Metal Baja

sumber: mosqpedia.org

Dilansir Architectuul, menara Masjid Penzberg dibuat modern dengan susunan tiga buah kubus baja antikarat yang telah diukir kaligrafi setinggi 13 meter. Kaligrafi bahasa Arab yang tertulis di menara tersebut berisi teks berupa ajakan untuk mendirikan shalat.

Selain itu, terdapat pintu utama yang terbuat dari bahan metal polos. Hal ini juga tentu tak seperti kebanyakan masjid pada umumnya yang memiliki pintu utama yang terbuat dari bahan kayu berukir. Di atas pintu terdapat sebuah jendela besar yang memantulkan warna langit dan awan Kota Penzberg.

Pintu masjid diapit oleh gerbang berupa dua lembar balok beton yang tingginya hampir setara dengan tinggi bangunan. Pada balok beton sebelah kiri tertulis terjemahan bahasa Jerman dari surah Al-Fatihah dan surah Al-Hujurat ayat 13.

Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal,” seperti tertulis dalam ukiran gerbang masjid tersebut.

Sementara, pada lembar balok beton sebelah kanan tertulis ayat-ayat Alquran tersebut dalam bentuk kaligrafi bahasa Arab.

Panel Surya

sumber: researchgate.net

Mencakup tiga lantai dan ruang bawah tanah, masjid ini dilengkapi perpustakaan multimedia, aula, ruang administrasi, dan beberapa ruang belajar. Sedangkan, di bagian luar terdapat taman, teras, dan tempat parkir. Untuk keseluruhan luas bangunan mencapai 1.600 meter persegi.

Selain tulisan kaligrafi berbahasa Arab yang terdapat pada bagian pintu dan menara, seni islami lainnya juga terdapat pada hampir setiap bagian dinding bangunan yang menghiasi seluruh interior ruang sholat. Misalnya saja, langit-langit panel dan beberapa buah tiang artistik di ruang sholat utama yang dihiasi oleh kaligrafi 99 nama Allah SWT, dan juga rangkaian garis geometris yang membentuk bintang-bintang.

Panel surya digunakan sebagai salah satu sumber energinya. Terdapat setidaknya 22 panel tenaga surya yang dipasang di atap masjid. Panel surya ini digunakan sebagai tambahan sumber energi bangunan ini.

Untuk pencahayaan lampu interior, pengelola mengandalkan beberapa buah lampu kecil khas bergaya minimalis yang ditempatkan di langit-langit bangunan dan lantai dekat jendela. Sementara untuk siang hari, pencahayaan umumnya banyak bersumber dari cahaya alami yag masuk melalui jendela-jendela bangunan tersebut.

Pada malam hari, pemandangan masjid akan terlihat lebih indah, terutama pada bagian eksterior bangunan, dengan seluruh dinding luar masjid disinari oleh lampu sorot, memperjelas efek visual dari corak batu bata pada permukaan dindingnya.

Selain itu, jendela-jendela masjid yang berukuran besar memancarkan cahaya yang berasal dari dalam ruangan, menegaskan corak geometri berbentuk bintang, dan motif bintik-bintik biru pada setiap jendelanya.

Tinggalkan Balasan