Masjid Raya Tanpa Kubah di Padang Raih Abdullatif Al Fozan Award for Mosque Architecture

Masjid Raya Sumatera Barat di kota Padang berhasil meraih penghargaan Abdullatif Al Fozan Award for Mosque Architecture (AFAMA). Kemenangan tersebut diumumkan dalam sebuah upacara di Madinah, Arab Saudi, pada pekan lalu.

Penghargaan Abdullatif Al Fozan untuk arsitektur masjid membahas ide-ide baru untuk desain masjid di seluruh dunia, serta mendorong inovasi dalam perencanaan, desain, dan teknologi yang dapat membentuk identitas arsitektur masjid pada abad 21.

Masjid Raya Sumbar menjadi salah satu dari tujuh pemenang utama penghargaan arsitektur masjid internasional. Salah satu fitur desain yang paling mencolok dari Masjid Raya Sumbar adalah tidak memiliki kubah layaknya masjid kebanyakan.

sumber: instagram.com/alfozanaward

Sebagai gantinya, atap masjid didesain berupa atap segi empat dengan tiap sudut menjulang ke langit seperti rumah gadang khas Sumbar. Di masjid ini, juga terlihat unsur budaya khas Minang pada atap dan corak ukiran Minangkabau di dinding-dindingnya.

Dari laman resmi Instagram Abdullatif Al Fozan Award, @alfozanaward, disebutkan bahwa desain atap dan dinding yang terbuka mampu membawa angin masuk ke dalam masjid.

Masjid Raya Sumbar berlokasi di di Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Ahmad Dahlan, dan didesain sebagai masjid tahan gempa bermagnitudo 10. Dibangun di atas lahan sebesar 40.343 meter persegi, masjid ini mampu menampung 20.000 jamaah.

Peletakan batu pertama masjid tersebut dilakukan pada 21 Desember 2007 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Gamawan Fauzi. Pengerjaannya sendiri dilakukan dalam beberapa tahap karena hanya mengandalkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumbar.

Selain Masjid Raya Sumbar, ada beberapa masjid dari negara lain yang menjadi pemenang, seperti Masjid Basuna di Sohag, Mesir, dan Masjid Sancaklar di Istanbul, Turki.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan