Mengenal Gaya Arsitektur Kubisme, Megah Namun Tradisional

Gaya arsitektur kubisme adalah salah satu gaya arsitektur klasik yang masih digunakan hingga saat ini. Arsitektur kubisme merupakan salah satu dari banyak gerakan artistik di awal abad ke-20 yang disebut-sebut sebagai proyek gagal karena dikalahkan oleh kaum modernis sekitar pertengahan 1920-an.

Hal tersebut mungkin disebabkan oleh estetika kubisme yang sangat condong pada kemewahan dan kekayaan. Pandangan masyarakat di masa itu mulai berubah, yang tak lagi terlalu berorientasi pada kemewahan. Sementara, arsitek kubisme lambat beradaptasi dengan selera masyarakat pada saat itu.

sumber: prague-guide.co.uk

Kubisme berkembang dari 1910-1914 di Paris, Prancis. Saat itu, para pendukung kubisme mendiversifikasi prinsip-prinsip arsitektur. Arsitek kubis membuat struktur yang dicirikan oleh kombinasi bentuk yang dinamis, termasuk piramida, prisma, dan kubus. Arsitektur kubisme juga ditandai oleh adanya permukaan miring, fasad pahatan, dan beberapa jejak arsitektur gotik.

Gaya kubisme terlihat dari karakteristik yang ditonjolkan Chapelle Notre Dame du Haut. Sang arsitek, Le Corbusier, berhasil menciptakan bentuk yang berbeda dari sebuah bangunan kapel, dengan daya tarik abadi yang bertahan hingga kini.

sumber: archdaily.com

Aliran Kubisme termasuk dalam arsitektur modern awal fungsionalisme atau rasionalisme. Elemen bangunan mengutamakan pada fungsi yang dapat menonjolkan keindahan tanpa adanya hiasan atau dekorasi apapun.

Gaya revolusioner seperti kubisme juga mengubah pandangan terhadap arsitektur. Salah satunya, mulai ada konsep integrasi antara ruang luar dan ruang dalam bangunan.

Meski bergaya klasik, arsitektur kubisme masih dapat dilihat pada struktur bangunan saat ini. Dalam lanskap kota modern, arsitektur kubisme juga terlihat di sejumlah gedung perkantoran, mal, dan menara hunian.  Salah satu bangunan bergaya kubisme adalah Apartemen Exclusive The 100 Residence di Surabaya, Jawa Timur.

sumber: archdaily.com

Desain bangunan berbentuk kubisme jelas terlihat sampai ke detailnya. Apartemen ini memiliki lekukan halus fasad yang menonjol ke jendelanya yang melengkung dengan halus hingga pintu masuk porte-cochère dalam lanskapnya.

Arsitektur kubisme juga menghubungkan struktur bangunan dengan permukaan tanah. Apartemen Exclusive The 100 Residence mengaplikasikan prinsip tersebut dalam desain lansekap arsitekturalnya. Terdapat ruang alami yang dipenuhi elemen hijau dan air, dengan jalan setapak serta koridor.

Tinggalkan Balasan