Mengenal Hempcrete, Material Konstruksi Alami dari Kapur dan Rami

JAKARTA, KOMPAS.com – Hempcrete merupakan material konstruksi yang terbuat dari campuran bahan alami, yakni kapur dan rami. Komponen kapur yang digunakan adalah kapur udara yang diformulasikan untuk mempercepat proses pengerasan.

Sementara itu, rami adalah tanaman yang paling sering digunakan untuk menghasilkan minyak dan benih. Rami juga biasa digunakan untuk membuat kain dan kertas.

Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan mudah karena akan tetap subur meski tanpa pemberian pupuk tambahan, hanya membutuhkan sedikit air, dan berperan penting dalam regenerasi tanah pertanian. Sementara itu, Arch Daily melaporkan rami secara alami tahan terhadap jamur dan hama, dan sudah digunakan sejak 1500 tahun yang lalu.

sumber: archdaily.com

Di Gua Ellora, India, karya seni dari abad ke-6 Masehi masih tetap terawat dengan baik hingga sekarang karena penggunaan plester rami oleh orang-orang kuno.

Kombinasi kapur dan rami telah menciptakan beton alami yang ringan. Tak hanya itu, hempcrete juga mampu menyerap panas, serta memiliki permeabilitas sehingga menghasilkan bangunan yang kuat.

Material berbasis organik ini dapat digunakan untuk membangun dan merenovasi semua jenis bangunan, mulai dari rumah dan blok apartemen, hingga bangunan sektor publik.

Hempcrete dibuat dari campuran kapur dan rami dalam proporsi yang disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Dikutip dari BCB Tradical, serat rami memiliki kandungan silika yang tinggi sehingga memungkinkannya untuk bisa merekat dengan kapur secara baik.

Hempcrate memiliki berat yang sekitar sepertujuh dari berat beton konvensional. Karena itu, hempcrete tidak hanya dapat digunakan dalam struktur bangunan, tetapi juga bisa menjadi pengisi insulasi antar rangka.

Keuntungan utama dari menggunakan hempcrete adalah dapat digunakan untuk membangun berbagai jenis area konstruksi, mulai dari dinding hingga atap. Berdasarkan temuan penelitian, hempcrete memiliki kemampuan untuk mengatur kelembapan di dalam dinding dan menyimpan energi panas.

Hempcrete digunakan sebagai penghalang lingkungan untuk memberikan ketahanan terhadap perpindahan panas dan mengelola kelembaban sebuah bangunan,” kata professor Departemen Teknik Biosistem di Universitas Manitoba, Kris J. Dick seperti dimuat dalam Via Technik. 

Untuk menguji daya tahan dan umur hempcrete di bangunan modern, para insinyur telah mengembangkan metode pengujian untuk mengevaluasi keamanan dan efisiensinya. Panelitian dilakukan pada area seluas 23,8 meter persegi untuk membandingkan hempcrete dengan insulasi tradisional dalam hal kinerja, termal, dan kelembapan.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa hempcrete memberikan suhu yang stabil di dalam dinding dan suhu yang konsisten pada seluruh dinding.

Tinggalkan Balasan