Mengintip Gaya Arsitektur Mediterania, Hangat dan Menyatu dengan Alam

JAKARTA, KOMPAS.com – Gaya Mediterania merupakan salah satu jenis arsitektur paling populer di Amerika Serikat. Cirinya yang paling dikenal adalah penggunaan genteng tanah liat serta dinding yang diplester rapi.

Meskipun arsitektur Mediterania awalnya mendapat inspirasi dari Italia, Portugal, Spanyol, dan negara-negara lain di sekitar Laut Mediterania, seiring waktu pengaruh dari Perancis, Yunani, dan Maroko ikut masuk ke dalamnya.

Karena memiliki begitu banyak pengaruh budaya, gaya arsitektur ini kerap dikenal sebagai Kolonial Spanyol, Morrocan, Mission Revival, dan Neo-Mediterania. Terlepas dari perbedaan pengaruh dan gaya, semua hunian bergaya Mediterania selalu menghubungkan sang pemilik dengan alam.

Rumah yang bergaya arsitekrur Mediterania dan cukup populer di Amerika Serikat
sumber: thespruce.com

Mengutip thepruce.com, desain hunian memiliki jendela dan pintu besar untuk akses ke area teras atau balkon. Rumah Mediterania dirancang untuk berbaur dengan alam dan membuat pemilik rumah merasa nyaman.

Sejarah Arsitektur Mediterania
Seperti banyak gaya arsitektur, rumah-rumah Mediterania awalnya dibangun dengan bahan-bahan yang tersedia saat itu. Seperti bata khas Spanyol, adobe (batu bata yang terbuat dari jerami dan tanah liat), lapisan plesteran bertekstur, serta genteng tanah liat khas berwarna merah.

Bagunan bergaya Mediterania yang banyak dijumpai sekarang disebut sebagai Kebangkitan Mediterania, dan dibangun untuk menampikan kehangatan, kekayaan, dan relaksasi. Pada tahun 1920-an, gaya Mediterania ini sangat populer saat orang Amerika terobsesi untuk menampilkan kekayaan dan ingin rumah mereka menampilkan kesan tersebut.

Meski berubah dari waktu ke waktu, gaya arsitektur Mediterania memiliiki beberapa elemen yang harus dimiliki. Hunian harus memiliki eksterior yang besar dan simetris.

Pintu depan biasanya berada di tengah dan diapit oleh jendela tinggi yang terbuat dari besi tempa. Arsitektur Mediterania menekankan ciri untuk membawa alam bebas ke dalam rumah, sehingga Anda akan menemukan banyak pintu dan jendela yang tinggi.

Seperti rumah di Spanyol atau Meksiko, rumah bergaya Mediterania biasanya dilapisi genteng tanah liat merah yang berbentuk seperti setengah tabung. Bentuk ini tidak hanya memungkinkan air mengalir dengan mudah, tetapi juga menangkap udara dingin agar rumah bisa tetap sejuk saat hari panas.

Ciri selanjutnya adalah dinding eksterior dan interior plesteran sehingga suhu udara di rumah selalu terjaga. Ciri identik lainnya adalah dalam rumah bergaya Mediteranian akan ditemukan banyak lengkungan hiasan dan elemen dekoratif di sekitar jendela dan pintu Mediterania.

Kadang-kadang, lengkungan ini akan didekorasi dengan ubin berwarna-warni atau kaca mosaik. Pada area eksterior, baik teras atau taman, Anda akan menemukan fitur besi tempa yang menjadi dekorasi tambahan.

Hunian bergaya Mediterania ini banyak ditemukan di daerah beriklim hangat dan kering seperti California, Florida, dan Texas.

Tinggalkan Balasan