Punya Rak Dinding Berputar, Cari Buku di Toko Ini Nggak Pake Ribet!

JAKARTA, KOMPAS.com –¬†Interior di salah satu toko buku di Beijing, China, baru-baru ini mencuri perhatian karena memiliki dinding berputar. Kehadiran lima buah dinding berputar yang tembus pandang tersebut langsung mengubah tampilan interior toko.

Konsep unik ini dibuat oleh studio arsitektur China, LUO Studio. Terletak di ruang bawah tanah seluas 479 meter persegi pada sebuah pusat perbelanjaan di Beijing, toko buku bernama Mumokuteki Concept ini tak hanya menjual buku, namun juga benda-benda seni, bunga, makanan, dan kopi.

Toko tersebut dibuat pada bekas ruang peralatan mal, yang menampilkan susunan dinding, kolom, dan saluran pipa yang tidak teratur. LUO Studio ditugaskan untuk mengerjakan elemen arsitektur yang ada dalam toko buku untuk menciptakan ruang ritel yang dapat disesuaikan juga untuk penyelenggarakan acara dan pameran.

sumber: dezeen.com

Lembaga yang dipimpin oleh sang arsitek Luo Yujie itu menyadari bahwa memasang plafon gantung konvensional untuk menyembunyikan pipa akan menciptakan ruang yang sempit dan menyesakkan. Sebagai gantinya, tim justru menonjolkan langit-langit, dinding, dan kolom asli di dalam ruangan untuk mempertegas konsep industrialis.

Dinding berputar yang tembus cahaya tersebut dimasukkan di bawah kolom sebagai komponen struktural sekunder. Terdiri dari rangka baja yang diapit di antara panel kaca plexiglass buram, dinding sekat ini dapat diputar atau dipasang secara bebas di setiap sudut untuk menciptakan ruang yang dapat disesuaikan.

Untuk membuat satu ruang yang panjang dan berkesinambungan, dinding tersebut dapat diatur tegak lurus dengan pintu masuk. Ketika semua dinding berputar dipasang tegak lurus dengan pintu masuk toko, seluruh ruang menjadi terbuka dan transparan.

Namun, ketika diposisikan sejajar dengan pintu masuk, toko buku Mumokuteki Concept akan terbagi menjadi beberapa bagian independen untuk menciptakan kesan mendalam. Pada dinding tersebut, terdapat lubang-lubang yang memungkinkan dipasangnya pasak kayu. Pasak ini akan menjadi penyangga untuk rak-rak logam dan digunakan untuk memajang buku dan benda.

“Rak buku logam adalah furnitur struktural, yang juga berfungsi sebagai partisi yang membantu meningkatkan variabilitas dan fleksibilitas ruang,” kata pihak LUO Studio.

Saat ini, dinding berputar tersebut terpasang pada pintu masuk di dekat kedai kopi, sehingga menciptakan apa yang disebut arsitek sebagai “area transisi” yang mengarah ke bagian belakang toko tempat ruang makan dan area lainnya berada.

Selain di toko buku ini, dinding berputar ini juga bisa Anda lihat pada sebuah apartemen di pantai Spanyol yang dirancang oleh KMN Architecture. Dinding tersebut berfungsi menciptakan kamar tidur tambahan untuk tamu.

Tinggalkan Balasan