Rumah Organik Unik, Struktur Mirip Kulit Kacang dan Menyatu dengan Tanah

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang arsitek, Javier Senosiain, merancang sebuah hunian yang dinamakan rumah organik di Naucalpan de Juarez yang merupakan negara bagian Meksiko. Bentuknya unik, karena sebagian struktur menyatu dengan tanah.

Dilansir dari Amazing Architecture, rumah organik ini menyerupai kulit kacang. Terdapat dua ruang oval yang lapang dengan banyak cahaya. Keduanya dihubungkan oleh sebuah lorong berukuran kecil.

Rumah organik berfungsi sebagai tempat tinggal. Setiap ruangannya juga persis dibuat seperti ruangan di rumah konvensional pada umumnya.

sumber: amazingarchitecture.com

Terdapat ruang tamu, ruang makan, dapur, tempat tidur, ruang ganti, dan ruang kamar mandi. Hanya, rumah ini sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda.

Siapapun yang tinggal di rumah ini akan merasakan seperti tinggal di bawah tanah. Bentuk atau kerangka desainnya dibangun secara melengkung. Hampir setiap sudut ruangannya penuh dengan lengkungan.

Sementara, jendela rumah ditempatkan secara strategis di tempat-tempat yang menghadap ke bagian taman. Melalui jendela itu, seluruh ruangan akan mendapatkan cahaya alami matahari secara maksimal di pagi dan siang hari.

sumber: amazingarchitecture.com

“Penting untuk ditekankan bahwa tanah dan matahari bekerja sama untuk menjaga suhu yang stabil di dalam rumah, di mana bumi melindungi penghuninya dari panas dan dingin sementara matahari menyinari dan menghangatkan,” kata Javier.

Sementara pada malam hari, rumah semi terkubur ini memiliki lampu pencahayaan yang menerangi semua sudut ruangan sehingga terlihat sangat estetik. Javier mengatakan, rumah setengah terkubur ini pada dasarnya sama seperti suhu tubuh seseorang, tetap stabil meskipun ada perubahan cuaca di luar.

Tanah yang mengelilingi hunian ini dapat mengontrol variasi suhu dengan mencegah efek dari cuaca dingin dan panas di luar ruangan. Efeknya adalah ketika musim panas tiba, suhu di dalam menjadi sejuk, dan ketika musim dingin tiba, suhu di dalam tetap hangat.

sumber: amazingarchitecture.com

“Ini berarti bahwa tanah yang menutupi rumah akan memanas saat musim dingin tiba dan menjadi dingin saat musim panas tiba,” imbuh Javier.

Selain itu, adanya pohon dan tanaman di sekeliling rumah membuat udara yang masuk di rumah ini menjadi bersih dan segar. Sebaliknya, keberadaan tanaman hijau mencegah masuknya debu dan polusi udara ke dalam rumah.

“Epidermis sayuran hijau berfungsi seperti hidung yang menyaring debu dan pada saat yang sama mempertahankan suhu yang stabil dan tingkat kelembaban yang relatif nyaman di dalam; semua karakteristik ini membantu menjaga penghuninya bebas dari masalah pernapasan dan penyakit,” tuntas Javier.

Tinggalkan Balasan