Tampil Baru Pasca Kebakaran, Pasar Pon Trenggalek Usung Perpaduan Gaya Klasik Victorian dan Tradisional Jawa

Pasar Pon Trenggalek di Jawa Timur punya wajah baru pasca rusak akibat kebakaran pada 2018 silam. Tidak hanya baru, bangunan pasar tradisional ini mengusung perpaduan langgam arsitektur klasik victorian dan tradisional Jawa lewat aksen candi dan batu ekspose.

Selain itu, Pasar Pon juga menerapkan prinsip bangunan gedung hijau (BGH). Sehingga, pasar ini memiliki kinerja terukur serta signifikan dalam penghematan energi, air, dan sumber daya lainnya.

Pasar Pon Trenggalek dirancang dengan luas bangunan 11.900 meter persegi yang dapat menampung 479 kios dan 319 los kering.

sumber: dok. Kementerian PUPR

Dibangun sejak Januari-Desember 2020 dengan APBN 2020 senilai Rp 73,8 miliar, pasar ini telah diserahkelolakan kepada Pemkab Trenggalek pada Februari 2021.

Presiden Jokowi pun telah menyaksikan kemegahan bangunan Pasar Pon Trenggalek. Dengan didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jokowi meresmikan Pasar Pon pada 30 November 2021 lalu.

Basuki mengatakan, pembangunan atau rehabilitasi pasar dilakukan untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan masyarakat, sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis atau tidak terkesan kumuh.

sumber: dok. Kementerian PUPR

“Diharapkan infrastruktur pasar yang berkualitas dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama menjamin distribusi bahan pokok dan turut menggerakkan sektor rill atau UMKM yang merata hingga pelosok desa di seluruh Indonesia,” ujar Basuki.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menambahkan, Pasar Pon Trenggalek dibangun dengan desain dan kualitas konstruksi yang baik.

“Pasar ini selain sudah menjadi ikon baru di Ibu Kota Kabupaten Trenggalek, juga pastinya menjadi denyut nadi perekonomian lokal,” pungkasnya.

sumber: dok. Kementerian PUPR

Sebagai informasi, pembangunan Pasar Pon Trenggalek meliputi pekerjaan persiapan (pembersihan dan K3), pekerjaan struktural (lantai 1, lantai 2, dan atap), serta arsitektural pada lantai 1 dan 2. Kemudian, pekerjaan listrik dan mekanikal (trafo, kabel feeder, CCTV, genset, alarm, pemadam kebakaran, AC), lift ,serta instalasi plumbing, lanskap, dan sarana penunjang lainnya.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan