Viral! 4 Kantor Desa dan Pemda Ini Dibangun Megah Mirip Istana Negara dan Gedung Putih

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada fenomena menarik kantor pemerintahan daerah yang dibangun megah, kokoh, dan menjadi perhatian publik. Bukan sekadar struktur formal untuk memenuhi fungsi administrasi laiknya sebuah kantor pemerintahan, melainkan dirancang secara khusus.

Seperti tiga kantor desa yang dibangun dengan model dan gaya arsitektur kolonial menyerupai Istana Negara Republik Indonesia, sementara bangunan lainnya yang merupakan Kantor Pemerintah Provinsi Papua, sekilas menyerupai Gedung Putih atau White House di Amerika Serikat.

Struktur yang mirip simbol kenegaraan tersebut tentu saja menjadi perhatian, kerap ramai dikunjungi, dan dijadikan sebagai tempat berswafoto.

Kantor pemerintahan lokal tersebut dibangun dengan biaya fantastis mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Berikut ini empat kantor pemerintahan daerah di Indonesia dengan langgam arsitektural replikatif.

Kantor Desa Kemuningsari Kidul, Jember, Jawa Timur

sumber: kompas.com

Kantor Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ini terbilang cukup megah. Meski letaknya berada di sekitar area persawahan, struktur kantor Desa Kemuningsari Kidul itu sangat mirip dengan Istana Negara.

Kantor desa ini sempat viral pada tahun 2018. Karena desainnya yang berbeda dengan bangunan lain di sekitarnya, menjadikan kantor desa tersebut ramai dikunjungi warga untuk berfoto.

Pembangunan kantor desa dimulai sejak tahun 2014 secara bertahap selama empat tahun. Setelah selesai masa pembangunan, kantor itu akhirnya diresmikan pada 7 Juli 2018.

Total anggaran untuk membangun kantor desa ini mencapai Rp 1,8 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari sisa belanja alokasi dana desa, pendapatan desa, bagi hasil pajak, dan swadaya masyarakat.

Kantor desa yang berdiri di atas lahan seluas empat hektar ini dilengkapi dengan ritel tradisional dan taman kanak-kanak.

Kantor Desa Cempaka, Lampung Utara, Lampung

sumber: korel.co.id

Kantor desa mirip istana negara selanjutnya adalah Kantor Desa Cempaka Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara, Lampung. Kantor ini baru saja diresmikan pada tahun 2020 lalu.

Terdapat enam pilar berdiri di depan bangunan tersebut dan lambang negara Burung Garuda yang terletak di bagian atas yang juga menjadi ciri khas dari bangunan istana negara. Selain itu, di bagian atasnya juga terdapat ornamen berwana emas.

Berdiri di atas tanah seluas 30×30 meter, dengan luas bangunan 6×26 meter, tinggi 6 meter, kantor Desa Cempaka dibangun dengan menggunakan dana desa tahun 2020 sebesar Rp 400 juta.

Kantor Desa Dadapan, Pacitan, Jawa Timur

sumber: kompas.com

Kantor Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur juga memiliki model bangunan yang mirip istana negara. Bangunan ini dilengkapi dengan 17 anak tangga, enam tiang penyangga, dan lambang Burung Garuda di bagian atapnya. Selain itu, terdapat jendela di sebelah kanan dan kirinya yang semakin menambah kemiripannya dengan kantor presiden.

Kantor Desa Dadapan berdiri di atas lahan seluas 12X35 meter persegi. Konstruksinya dikerjakan sejak tahun 2015 dengan biaya sekitar Rp 200 juta yang berasal dari alokasi dana desa dan swadaya masyarakat.

Alasan dibangunnya kantor desa mirip istana ini karena Desa Dadapan selama ini dikenal sebagai desa pelosok dan tertinggal. Karenanya, agar bisa sejajar dengan desa lainnya, sekaligus menjadi ikon dari Desa Dadapan, maka desain dan modelnya sengaja dirancang menyerupai bangunan Istana Negara.

Gedung Negara, Papua

sumber: papua.go.id

Jika kantor desa dibangun mirip Istana Negara, Gedung Negara Papua sekilas mengingatkan pada Gedung Putih di Amerika Serikat. Namun demikian, ternyata rumah tradisional Honai asal Pegunungan Tengah Papua menjadi inspirasi dari bangunan serba putih ini.

Meski terlihat mirip dengan Gedung Putih, namun corak tradisional Papua terlihat kental pada bangunan ini. Terdapat hiasan dan ukiran di dalam gedung mencerminkan lima wilayah adat di Papua, seperti Asmat dan Sentani.

Pembangunan gedung ini digagas oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe. Proses konstruksinya memakan waktu hingga empat tahun, dan diresmikan pada April 2017.

Setiap tiang dan pilar di dalam gedung didesain dengan bentuk tifa, yang merupakan alat musik khas Papua.

Selain gedung negara, Pemerintah Provinsi Papua juga membangun kantor kepresidenan yang terletak di samping bangunan, dalam kompleks yang sama. Kantor kepresidenan tersebut, dapat digunakan oleh Presiden RI ketika berkunjung ke Papua.

Mengutip situs papua.go.id, kantor kepresidenan dibangun sesuai standar rumah peristirahatan kepala negara maupun sistem keamanan ketat dan berlapis lainnya, sebut saja 50 kamera pengintai. Di tempat ini pula, presiden akan disuguhi sejumlah ukiran khas Papua.

Selain kantor presiden, kompleks gedung ini juga memiliki aula, kediaman gubernur papua, kantor staf khusus gubernur, hingga helipad. Fasilitas yang melengkapinya adalah taman, air mancur, kolam renang, dan tempat olah raga.

Tinggalkan Balasan