Wow! Rumah Cetak 3D Berbentuk Unik Ini Dibangun dalam Waktu 200 Jam

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang aristek asal Milan bernama Mario Cucinella baru saja meresmikan sebuah rumah cetak 3D pertamanya di Kota Revenna, Italia. Rumah cetak 3D yang diberi nama Tecla ini memiliki bentuk yang unik dan mengikuti gaya arsitektur bangunan kuno, namun didirikan dengan teknologi modern.

Nama Tecla sendiri terinspirasi dari sebuah kota fiksi bernama Thekla karya penulis Italia bernama Calvino. Rumah berukuran minimalis ini dibangun dengan material tanah liat yang dicetak menggunakan teknologi 3D.

Tanah liat tersebut dibuat dengan menggabungkan tanah dan air setempat, yang keduanya merampingkan proses pembangunan dan menciptakan rasa kohesi antara eksterior dan interior rumah.

sumber: architecturaldigest.com

“Belum lagi, materi tersebut merupakan respon langsung terhadap perubahan iklim dunia,” kata Mario seperti dikutip dari Architecturaldigest, Selasa (15/06).

Rumah ini dibangun dengan luas hanya 60 meter persegi setiap unitnya. Meski kecil, setiap ruangannya dimanfaatkan secara maskimal.

“Ini adalah tugas yang cukup berat. Saya dengan sangat hati-hati mengatur setiap detail ruangannya. Mulai dari bohlam, ekterior berlipit, hingga material yang kokoh dan berkelanjutan. Bangunan terbilang simpel, sehingga tidak membutuhkan kerangka yang rumit,” tutur Mario.

Mario menjelaskan, alasannya membangun rumah dengan material tanah liat ini adalah sebagai respon terhadap perubahan iklim yang terjadi di dunia. Kata dia, dengan material tanah liat tersebut, setiap orang sangat mungkin membangun rumah dengan bahan alami, murah, dan berkelanjutan atau ramah terhadap lingkungan.

Elemen alami tidak hanya meminimalkan efek berbahaya dari produksi bahan bangunan sintetis umum, tetapi juga menawarkan banyak manfaat bawaan. Tecla dibangun dengan menyeimbangkan massa termal dan ventilasi dinding sehingga tidak perlu AC atau tungku lagi.

sumber: kompas.com (Mario Cucinella)

Mario menyebut, untuk membangun setiap unit Tecla ini hanya butuh waktu sekitar 200 jam pengerjaan atau sekitar satu mingguan. Tecla dibangun dengan teknologi modern, yaitu mesin cetak 3D WASP yang mampu membangun hunian dengan bentuk yang unik.

Di setiap unit Tecla terdapat satu kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi. Arsitektur interior Tecla berbentuk melengkung lembut dan minimalis, mewakili perubahan tajam dari gaya klasik, Romawi, Barok, dan neoklasik, yang menentukan struktur sekitarnya di Italia.

Ada kehangatan tak terbantahkan yang meruap di seluruh ruang kecil yang cocok untuk perabotan khusus perusahaan arsitektur. Dengan desain Tecla seperti ini juga memungkinkan pemilik rumah untuk mendekorasi sesuai keinginan mereka di masa mendatang.

Tecla menawarkan solusi hunian potensial untuk mencegah krisis perumahan dan iklim global. Meski demikian, Mario menambahkan, penggunaan bahan alami untuk membangun struktur bukanlah hal yang revolusioner, melainkan adalah praktik kuno. Tapi, revolusi desainnya merupakan kombinasi dari tradisi kuno dan teknologi kontemporer untuk menciptakan sesuatu yang indah.

Tinggalkan Balasan