Jangan Salah Pilih, Ini 3 Tipe Panel Surya Untuk Diaplikasikan di Rumah

Panel surya menjadi pilihan alternatif untuk Sobat Ngopi yang ingin menghemat tagihan listrik, juga beralih ke hidup yang lebih ramah lingkungan. Namun sebelum membeli panel surya, sebaiknya ketahui dulu tiga tipe panel surya yang bisa diaplikasikan di rumah tinggal.

Ketiga tipe panel surya tersebut dibedakan berdasarkan jenis sel suryanya. Tipe apa sajakah itu? Nah, berikut ini penjelasan dan perbedaan ketiga panel surya yang bisa Sobat Ngopi pilih untuk dipasang di rumah.

Tipe Monocrystalline

foto: opsil.net

Panel surya monocrystalline merupakan jenis yang paling populer dan banyak digunakan dalam instalasi panel surya atap saat ini . Sel surya silikon monocrystalline diproduksi menggunakan metode Czochralski, dengan benih kristal silikon ditempatkan ke dalam tong cair silikon murni pada suhu tinggi.

Proses ini membentuk kristal silikon tunggal, yang disebut ingot. Ingot kemudian diiris menjadi lapisan silikon tipis yang kemudian digunakan dalam panel surya.

Peringkat efisiensi panel surya jenis ini berkisar mulai dari 17 hingga 22 persen, menjadikannya sebagai jenis panel surya paling efisien di antara tipe lainnya. Hal inilah yang membuat panel surya monocrystalline ideal untuk penggunaan di rumah dengan area atap terbatas.

Panel monocrystalline juga memiliki kapasitas daya yang tinggi, dengan rata-rata listrik yang dihasilkan minimal berada di angka 320 watt. Karena kualitas yang ditawarkan, harga panel surya monocrystalline dijual dengan harga paling tinggi dibanding tipe lainnya.

Tipe Polycrystalline

foto: urdesignmag.com

Panel polycrystalline atau panel multi crystalline sangat populer di kalangan pemilik rumah yang ingin memasang panel surya dengan anggaran terbatas. Mirip dengan panel monocrystalline, panel polycrystalline terbuat dari sel surya silikon. Namun karena proses pendinginan yang berbeda menyebabkan banyak kristal terbentuk.

Peringkat efisiensi panel polycrystalline biasanya berkisar antara 15 hingga 17 persen. Peringkat efisiensi yang lebih rendah ini disebabkan oleh pergerakan elektron bergerak melalui sel surya. Karena panel mengandung banyak sel silikon, elektron tidak dapat bergerak dengan mudah, dan akibatnya menurunkan efisiensi panel.

Efisiensi panel polycrystalline yang lebih rendah juga berarti mereka cenderung memiliki output daya yang lebih rendah pula. Biasanya, output yang dihasilkan berkisar antara 240 hingga 300 watt.

Tipe Thin Film

foto: alternativeenergysourcesv.com

Panel surya thin film biasanya digunakan untuk pemanfaatan skala besar dan skala industri karena peringkat efisiensinya yang lebih rendah. Namun, panel surya tipe ini tetap bisa digunakan di rumah.

Tipe panel ini dibuat dengan mendepositkan lapisan tipis zat fotovoltaik ke permukaan padat, seperti kaca. Beberapa zat fotovoltaik yang digunakan termasuk silikon amorf (a-Si), tembaga indium gallium selenide (CIGS), dan cadmium telluride (CdTe).

Masing-masing bahan ini menciptakan jenis panel surya yang berbeda, namun semuanya berada di bawah jenis panel surya thin film. Selama proses pembuatan, zat fotovoltaik membentuk lembaran ringan tipis, yang dalam beberapa kasus sangat fleksibel.

Tipe panel ini memiliki peringkat efisiensi yang sangat rendah, yakni berkisar antara 10-13 persen, sehingga perlu dipasang dalam jumlah yang banyak. Meskipun memiliki spesifikasi kinerja yang lebih rendah dibandingkan tipe lainnya, panel surya ini lebih tahan terhadap suhu panas, dan harganya pun jauh lebih rendah.

sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan