Lintasan Mandalika Perlu Diperbaiki, Seperti Apa Seharusnya Campuran Aspal untuk Sirkuit?

Membangun lintasan sirkuit untuk perlombaan balap tidak boleh sembarangan. Pasalnya, arena adu kecepatan kendaraan ini membutuhkan rancangan khusus untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengendara.

Pengamat Perkerasan Jalan dan Aspal Purnomo mengatakan, desain sub base lintasan sirkuit terdiri dari agregat kelas A dengan ketebalan 22 sentimeter. Untuk diketahui, agregat adalah material granular yang dalam campurannya termasuk pasir, kerikil, atau batu pecah.

Kerikil atau batu pecah pada campuran aspal sirkuit wajib dipilih dengan benar, yaitu yang berukuran 19 milimeter dan bentuknya menyerupai kubik. Selain itu, kerikil juga tidak boleh dalam keadaan kotor, seperti diselimuti oleh debu atau bertekstur lunak.

sumber: Antara Foto

Hal ini karenakan kerikil dengan kriteria yang tidak sesuai berisiko tidak bisa diikat oleh aspal, sehingga bisa terkelupas dan mengotori lintasan. Selain itu, kerikil berguna untuk menciptakan permukaan lintasan sirkuit yang kasar dan tidak mengkilap, serta mempunyai ketahanan daya geser yang bagus agar pembalap tidak mudah terpeleset dan mempermudah ketika melakukan pengereman.

Setelah agregat kelas A, desain sub base lintasan sirkuit harus dilapisi dengan Asphalt Treated Base setebal 8 sentimeter. Kemudian, lapisan ditambah dengan Asphalt Binder setebal 6 sentimeter dan Stone Split/Mastic Asphalt (SMA) setelah 4 sentimeter. Ketiganya merupakan campuran yang disebut dengan Hot Mix Asphalt.

Aspal SMA adalah campuran aspal dengan agregat bergradasi senjang, sehingga menampung aspal lebih banyak atau sekitar 6,5 persen, dan ditambah dengan serat seluloasa sekitar 0,3 persen.

“Campuran agregat dengan serat selulosa ini kalau kualitas batunya bagus akan menghasilkan lapisan permukaan yang kasar seperti jeruk sunkist,” jelas Purnomo.

Campuran ini dengan aspal tipe Performance Grade (PG) 82 dikabarkan juga digunakan pada lintasan Sirkuit Mandalika yang merupakan venue gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2022 di Nusa Tenggara Barat bulan Maret mendatang.

Sementara itu, Purnomo menambahkan bahwa bagian sirkuit dengan perkerasan yang harus mendapatkan perhatian lebih dan kritis adalah tempat start dan tikungan.

“Di situ kekuatan gesernya sangat besar sehingga yang perlu diperhatikan adalah lapisan permukaannya harus kasar dan kuat menahan gaya geser di tikungan,” pungkas Purnomo.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan