14 Pasar Tradisional Direhabilitasi Jadi Lebih Modern dan Dilengkapi CCTV

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga saat ini telah melakukan rehabilitasi terhadap tujuh pasar di berbagai wilayah di Indonesia.

Ketujuh pasar itu adalah Pasar Pagi Kaliwungu, Pasar Klewer Timur Surakarta, Pasar Benteng Pancasila Mojokerto, Pasar PON Trenggalek, Pasar Legi Ponorogo, Pasar Renteng Lombok Tengah, dan Pasar Pariaman. Tujuh pasar tersebut merupakan bagian dari target 14 pasar yang akan direhabilitasi hingga 2024 mendatang.

“Saat ini Kementerian PUPR telah selesai melakukan rehabilitasi terhadap 7 pasar, dari target 14 pasar hingga tahun 2024,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Jumat (21/05).

sumber: kompas.com (dok. PUPR)

Menurutnya, penyediaan pasar tradisional sangat penting demi melancarkan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, sekaligus sebagai bentuk hadirnya pemerintah bagi masyarakat.

Konsep pembangunan pasar disesuaikan dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan Pemerintah Daerah.

Basuki mencontohkan, salah satu pasar yang telah rampung rehabilitasinya yaitu Pasar Pagi Kaliwungu di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada tahun 2020. Pasar Pagi Kaliwungu yang berlokasi dekat perbatasan Kota Semarang ini telah beroperasi secara penuh sejak selesai direvitalisasi.

Anggaran rehabilitasi pasar ini sebesar Rp 32,57 miliar dengan luas lahan 16.000 meter persegi dan luas bangunan 9.900 meter persegi. Pasar Pagi Kaliwungu mencakup dua lantai, serta dapat menampung sebanyak 997 unit kios dan los pedagang dengan berbagai komoditi.

Pasar yang sebelumnya sempat terbakar ini dibangun dengan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) dengan sebuah kubah mesjid sebagai ciri khasnya. Desain landmark tersebut menandakan bahwa Kendal sebagai salah satu kota santri di Provinsi Jawa Tengah.

sumber: kompas.com (dok. PUPR)

Dengan konsep tersebut diharapkan para pedagang yang sempat relokasi di perempatan Sekopek Kaliwungu merasa lebih nyaman dan bangga memilikinya ketika kembali ke sana.

Fasilitas yang tersedia pasar di rakyat ini adalah CCTV, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ruang laktasi, taman bermain anak, musala, kamar mandi, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), genset serta hydrant box indoor maupun outdoor.

“Pekerjaan ini seluruhnya telah diselesaikan pada Juni 2020 dan diserahkelolakan pemanfaatannya kepada Pemerintah Kabupaten Kendal pada Juli 2020 dan saat ini sudah terisi lebih dari 1.000 pedagang,” kata Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Dalam proses konstruksinya, pasar ini dikerjakan oleh PT Kokoh Prima Perkasa-PT Artadinata Azzahra Sejahtera (KSO) sebagai Kontraktor Pelaksana, PT Riau Multi Cipta Dimensi sebagai Konsultan Manajemen Konstruksi, serta CV Ardi Permana Putra sebagai Konsultan Perencana.

Rehabilitasi pasar oleh Kementerian PUPR ini merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) No.43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tinggalkan Balasan