3.000 Manajemen Konstruksi Disiapkan Untuk Memantau Kualitas Rumah Bersubsidi

RumahComPusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyiapkan aplikasi Sistem Layanan Pemantauan Konstruksi (SiPetruk). Aplikasi ini untuk menjamin kalangan pengembang telah membangun rumah sesuai dengan persyaratan yang dibiayai oleh KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari PPDPP.

Menurut Direktur Layanan PPDPP Christ Robert Panusunan Marbun, saat ini tengah disiapkan pelatihan untuk tenaga manajemen konstruksi (MK) yang akan mengawasi pembangunan perumahan di lapangan. PPDPP telah menjalin kerja sama dengan Bina Konstruksi Kementerian PUPR untuk melatih 3.000 peserta MK.

“Nanti pelatihannya akan dibagi menjadi tiga batch dengan kuota 3.000 peserta, sehingga masing-masing batch sebanyak seribu peserta. Setiap peserta yang mengikuti pelatihan ini tidak dipungut biaya jadi hanya membutuhkan modal kuota internet untuk mengikuti pelatihan secara online,” ujarnya.

sumber: rumah.com

Pelatihan ini akan dilakukan menggunakan aplikasi Zoom pada 18-22 Mei 2021 mendatang dengan pembagian zona wilayah sesuai dengan ketersediaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah milik Bina Konstruksi. Wilayahnya terbagi Banda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

Wilayah II Palembang, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. Wilayah III Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Wilayah IV Surabaya, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Wilayah V Banjarmasin dan Pulau Kalimantan. Wilayah VI Makassar dan Pulau Sulawesi, dan Wilayah VII Jayapura, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Meskipun dilakukan secara daring, materi yang diterima layaknya pelatihan reguler dengan masa waktu bimbingan teknis selama empat hari. Bimbingan teknis dilaksanakan dengan metode pemaparan materi, tanya jawab, lesson learned, dan tiap hari peserta akan menerima materi yang wajib diikuti selama enam jam.

Selanjutanya pada hari kelima peserta akan menempuh tahap assessment (penilaian) untuk sertifikasi yang diuji dari asesor yang berkompeten di bidangnya. Bagi peserta yang lulus tahap assessment ini akan menerima Sertifikat Keterampilan (SKT) yang dikeluarkan Bina Konstruksi dan selanjutnya sebagai syarat untuk mengakses aplikasi SiPetruk.

Bagi peserta yang tidak lulus tahap assessment bisa mengikuti kembali rangkaian pelatihan dengan catatan PPDPP tetap memprioritaskan pada peserta yang telah didaftarkan terlebih dulu. Hingga saat ini PPDPP mencatat ada sekitar 2.800 peserta yang telah terdaftar sehingga masih ada kuota sebanyak 200 orang lagi.

“Kami menghimbau kalangan pengembang juga bisa segera melengkapi kekurangan data dan validasi para peserta yang diusulkannya seperti identitas diri, ijazah, hingga kontak yang bisa dihubungi. Jadi ini semua kita lakukan pararel untuk pemberlakuan SiPetruk pada bulan Juli 2021,” beber Christ.

Tinggalkan Balasan