3 Poin Penting Soal Proyek ‘Disneyland’ di Lido

detikFinance, Jakarta – Proyek kawasan pariwisata terintegrasi milik MNC Group di Lido, Sukabumi, Jawa Barat, kembali ramai menjadi perbincangan. Proyek itu memasuki babak baru dengan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

MNC Lido City mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK Pariwisata). PT MNC Studios International Tbk (MSIN) melalui anak usahanya PT MNC Movieland Indonesia pun menggelar prosesi cut and fill sebagai tanda dimulainya pembangunan Movieland di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo akhirnya buka suara terkait kehebohan proyek tersebut. Berikut 3 poin penting dari penjelasannya terkait proyek serupa Disneyland itu:

sumber: detik.com

Sepenuhnya Proyek MNC
Hary Tanoesoedibjo menjelaskan bahwa MNC Lido City adalah kawasan dengan luas 2.000 hektare yang sudah dibebaskan, mencakup Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Proyek tersebut seluruhnya milik MNC.

“100% milik PT MNC Land Tbk,” ucapnya kepada detikcom, Senin (15/2/2021).

Perusahaan Trump Cuma Operator
Dengan begitu, Hary Tanoesoedibjo meluruskan bahwa KEK Pariwisata di Lido itu bukanlah proyek dengan perusahaan milik Donald Trump. Pihak asing tersebut hanya menjadi operator di salah satu hotel dan golf course, bukan seluruh KEK.

Hary juga menegaskan bahwa proyek Movieland merupakan 100% milik PT MNC Studios International Tbk. Artinya tidak ada mitra dalam proyek tersebut.

Luas Proyek Hanya Separuh
Luas KEK Pariwisata sendiri mencakup separuh dari total kawasan MNC Lido City atau sekitar 1.000 ha di wilayah Kabupaten Bogor. Nah, di kawasan itulah yang memperoleh izin KEK, bukan secara keseluruhan.

Dari total proyek MNC Lido City tersebut telah dilakukan pembangunan tahap I dengan luas 700 ha. Salah satu dari wilayah yang dibangun termasuk Movieland yang baru dibangun kemarin.

“Salah satu proyek yang ada di dalam Tahap I adalah Movieland milik PT MNC Studios International Tbk. Dengan luas tanah 21 hektare, akan dibangun kompleks studio outdoor dan indoor yang dibutuhkan untuk produksi film dan program drama OTT/TV berkualitas internasional, berikut seluruh fasilitas post production-nya,” terang Hary Tanoe.

Tinggalkan Balasan