91 Juta Pekerja Informal Butuh Rumah, Namun Tak Punya Akses Perbankan

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 70 persen dari total 130 juta angkatan produktif atau 91 juta orang, bekerja di sektor informal.  Meski jumlahnya disebut sebagai yang terbanyak, namun mereka masih kesulitan mendapatkan rumah karena tidak memiliki akses perbankan.

Demikian ekonom senior Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Aviliani dalam diskusi virtual Konsultasi Regional Kementerian PUPR. Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus membantu pekerja informal atau masyarakat berpenghasilan tidak tetap untuk dapat memiliki rumah.

“Jadi, yang belum banyak memiliki rumah pertama adalah justru orang yang berpenghasilan tidak tetap atau yang disebut dengan sektor informal,” kata Aviliani.

sumber: aa.com.tr

Sebaliknya, hampir semua sektor formal justru telah memiliki rumah. Hal itu lantaran sektor formal telah mendapatkan fasilitas pembiayaan kredit perumahan atau KPR dari perbankan.

Aviliani menuturkan, kondisi tersebut disebabkan pekerja informal tak memiliki slip gaji yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan pembiayaan KPR dari perbankan.

“Penyebabnya di mana perbankan tidak bisa memberikan KPR kepada sektor informal karena tidak punya slip gaji,” ujarnya.

Karenanya sebagai angkatan kerja terbanyak di Indonesia, seharusnya pemerintah memberikan solusi terutama untuk memberikan kemudahan pekerja sektor informal ini memiliki rumah dalam mengakses pembiayaan kredit dari perbankan.

“Jadi ini perlu dibicarakan dengan pemerintah, supaya mereka bisa akses walaupun mereka tidak punya penghasilan tetap,” tambah Aviliani.

Tinggalkan Balasan