Aplikasi Pemantauan Rumah Subsidi Mulai Diuji Coba

RumahComLembaga penyalur KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyempurnakan berbagai aplikasi teknologi untuk memudahkan proses penyaluran maupun pemantauan rumah bersubsidi.

Kali ini PPDPP menyatakan untuk aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) sudah mulai bisa diunduh di Playstore dengan versi 1.0.3 dan menggunakan akun dummy yang telah disiapkan. Aplikasi SiPetruk ini akan memudahkan berbagai pihak untuk memantau kualitas bangunan rumah sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa mendapatkan produk yang baik dan siap huni.

Untuk itu, PPDPP terus menyosialisasikan aplikasi ini khususnya kepada kalangan pengembang secara rutin dengan berbagai cara dan salah satunya melalui Zoom Meeting. Akhir pekan lalu misalnya, telah diselenggarakan Zoom Meeting dengan 20 asosiasi perusahaan pengembang untuk program SiKasep ini.

sumber: rumah.com

“Silahkan dicoba-coba terlebih dulu sebelum aplikasi SiPetruk ini diterapkan secara penuh pada bulan Juli 2021. Sambil menunggu pelatihan resmi dari PPDPP, dengan kami siapkan aplikasi dan dummy ini supaya pihak-pihak yang akan menggunakan bisa lebih memahami terlebih dulu,” ujar Arief Sabaruddin, Direktur Utama PPDPP.

Aplikasi SiPetruk bertujuan untuk memantau rumah yang dibangun oleh para pengembang sehingga seluruh prosesnya mulai jenis material bahan bangunan hingga penerapannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

SiPetruk merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh para pengembang sehingga bisa memasukkan produk rumah yang dibangunnya ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) yang selanjutnya secara otomatis produknya tersaji di aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) yang bisa dipilih oleh MBR.

Melalui aplikasi SiPetruk, PPDPP maupun berbagai pihak lainnya bisa memastikan proses pengawasan yang lebih akuntabel dan transparan. SiPetruk sendiri ditargetkan bisa menghasilkan output sertifikat laik fungsi (SLF) yang menjadi dokumenn untuk menunjukan bahwa bangunan ini sudah layak huni dan siap dipasarkan.

Secara teknis, manajemen konstruksi (MK) akan menjadi mitra pemerintah dalam menerapkan pemeriksaan konstruksi melalui aplikasi SiPetruk ini. Ada sekitar 30 isian yang harus dipenuhi pengembang dalam sistem SiPetruk untuk diverifikasi dan dinyatakan lolos. Bobot isiannya akan difokuskan pada aspek keselamatan dan kesehatan.

PPDPP juga terus menyiapkan skema pelatihan dengan bekerja sama dengan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR. Saat ini Ditjen Bina Konstruksi sedang dalam tahap mempelajari modulasi yang telah disiapkan oleh PPDPP dan pelatihan tersebut nantinya dilakukan selama tujuh hari dengan diberikan sertifikat keterampilan (SKT). Saat ini telah disiapkan skema pelatihan yang disebar di tujuh wilayah yang dekat dengan balai-balai pelatihan milik Kementerian PUPR di seluruh Indonesia.

“Nanti peserta yang bisa mengikuti pelatihan tersebut merupakan tenaga ahli yang telah diajukan oleh para asosiasi pengembang dengan jumlah saat ini hampir mencapai 2.100 peserta. Ini merupakan terobosan untuk sama-sama membangun iklim usaha dan layanan yang sehat sehingga kita bisa menghasilkan rumah bersubsidi yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan,” beber Arief.

Tinggalkan Balasan