Bantuan Renovasi Rumah Terdampak Banjir NTT Rp 10 Juta-Rp 50 Juta

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan memberikan bantuan senilai Rp 10 juta-Rp 50 juta untuk perbaikan rumah masyakarat terdampak banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, BNPB akan membangun rumah-rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan juga rusak ringan.

“Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat untuk rusak berat adalah Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta,” kata Doni usai mengikuti rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, Selasa (06/04).

Selanjutnya, kata Doni, untuk mencegah terjadinya kerumunan di tempat pengungsian, BNPB juga akan mengupayakan pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada para pengungsi. Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) diberikan kepada setiap keluarga, setelah pemerintah daerah mengajukan usulan kepada BNPB.

sumber: Antara Foto/Humas BNPB

“Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak terjadinya kerumunan di tempat-tempat pengungsian,” jelasnya.

Doni menilai penanganan bencana di lapangan berjalan dengan cukup bagus dengan melibatkan tidak hanya unsur pemerintah, TNI, Polri, tetapi juga para relawan. Selain itu, dalam rangka mempercepat penyaluran logistik bagi masyarakat di daerah terdampak, BNPB juga telah mengerahkan sejumlah helikopter untuk menyalurkan bantuan logistik dan keperluan lainnya.

“Pagi ini sudah tiba dua unit dan mungkin sebentar lagi akan tiba di Kupang. Kemudian dua unit lagi akan menyusul. Heli-heli ini akan digunakan di Lembata, di Larantuka, dan Adonara, serta nantinya untuk membantu mobilisasi logistik dari Kupang ke Malaka, termasuk ke Alor,” papar Doni.

Untuk membantu distribusi logistik ke daerah Alor, Lembata, dan juga wilayah lain, pihaknya juga akan menyiagakan satu pesawat kargo di Kupang. Selain itu, BNPB bersama tim gabungan dari Kementerian Sosial, TNI, dan Polri juga telah membangun dapur lapangan di hampir semua titik di wilayah terdampak untuk menyalurkan pasokan logistik kepada para pengungsi.

Sementara, untuk fasilitas kesehatan telah tersedia di hampir semua tempat meskipun dengan tenaga medis yang masih terbatas. BNPB juga tengah melakukan koordinasi untuk mendatangkan sejumlah dokter dari beberapa provinsi, seperti dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

“Kemudian, obat-obatan sementara masih terpenuhi, kecuali alat-alat untuk merawat pasien patah tulang, ini yang masih kurang. Dan, kami sudah berkoordinasi untuk segera didatangkan dari Jakarta, dan dari Surabaya, serta dari Makassar,” kata Doni.

BNPB bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menyalurkan alat rapid test antigen ke seluruh daerah agar bisa melakukan penapisan Covid-19 bagi warga serta tim penanganan bencana yang datang, termasuk dari jajaran TNI, Polri, dan juga para relawan.

Tinggalkan Balasan