Baru Merger, Bank Syariah Indonesia Laksanakan Akad Kredit Masal KPR FLPP di 17 Provinsi

RumahComSetiap pihak dituntut untuk mempercepat penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam berbagai kesempatan, PPDPP selalu mendorong kalangan perbankan penyalur FLPP untuk terus meningkatkan kinerja penyaluran KPR FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Karena itu beberapa bank kerap menyelenggarakan acara akad kredit masal untuk KPR FLPP seperti yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) pada pekan ini. BSI merupakan bank hasil merger tiga bank syariah BUMN pada Februari 2021. Ketiga bank tersebut yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah.

Bank BSI menggelar akad kredit masal KPR FLPP untuk 1.500 MBR yang dilakukan secara online dengan tema BSI Ramadhan Fest 2021. Menurut Direktur Retail Banking Bank BSI Kokok Alum Akbar, di pekan pertama ibadah puasa Bank BSI menggelar akad kredit masal dengan melibatkan 83 kantor cabang yang tersebar di 17 provinsi.

sumber: rumah.com

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah kepada kami untuk menyalurkan KPR FLPP yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kami juga akan tetap fokus pada segmen konsumer khususnya pembiayaan perumahan karena segmen ini pasarnya sangat besar, “ katanya.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, KPR FLPP merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk membantu MBR mendekatkan akses terhadap produk hunian yang sangat dibutuhkannya. Karena itu masyarakat yang telah melaksanakan akad kredit harus segera menghuni dan menjaga rumahnya.

“Tahun ini target penyaluran KPR FLPP cukup tinggi karena itu kami tak pernah bosan mengingatkan kalanga bank penyalur untuk terus meningkatkan kinerja dalam penyaluran KPR FLPP kepada masyarakat. Akselerasi ini perlu terus ditingkatkan terlebih Bank BSI yang merupakan pemain baru harus segera mengejar pencairan produk ini,” katanya.

Di sisi lain, PPDPP juga akan terus meningkatkan pelayanan maupun kemudahan semua pihak yang terlibat dalam penyaluran KPR FLPP salah satunya dengan berbagai aplikasi teknologi. Aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) misalnya, akan memudahkan semua pihak dari sisi demand atau kebutuhan masyarkat.

Sementara itu dari sisi suplai atau ketersediaan produk hunian, disiapkan juga aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) untuk kalangan pengembang menampilkan listing produknya. Ada lagi aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) untuk memastikan rumah yang dibangun telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. SiPetruk akan diberlakukan pada bulan Juli 2021.

Tinggalkan Balasan