Dengan Menggunakan Material Ini, Semen Jadi Lebih Tahan Lama dan Ramah Lingkungan

JAKARTA, KOMPAS.com – Semen merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan secara global, dan industrinya menyumbang sekitar delapan persen dari total emisi gas rumah kaca yang disebabkan manusia.

Untuk mengurangi efek karbon pada lingkungan, salah satu peneliti di Northwestern University pun melakukan penelitian terhadap potensi nanomaterial yang diinjeksi ke dalam semen. Ange-Therese Akono, seorang profesor teknik sipil dan lingkungan, melakukan penelitan dan berhasil membuat semen tahan lama dan lebih fungsional.

Akono menjelaskan bahwa pengunaan nanomaterial mengurangi jejak karbon dari komposit semen secara signifikan.

Ilustrasi semen.
sumber: rawpixel.com

“Peran nanopartikel dalam aplikasi ini belum dipahami sebelumnya, jadi ini merupakan terobosan besar karena produksi semen menjadi lebih ramah lingkungan,” kata Akono seperti dikutip dari theconstructor.org, Kamis (01/07/2021).

“Saya menemukan bahwa nanomaterial yang berada di dalam semen hasilnya bisa lebih tahan terhadap rekahan,” ujarnya.

Dari penelitian ini, Akono juga dapat memperoleh prediksi akurat tentang sifat material dalam waktu singkat dengan menggunakan teknik inovatif yang disebut pengujian awal. Metode ini melibatkan penggunaan probe berbentuk kerucut pada permukaan potongan mikroskopis semen.

Metode baru ini membutuhkan lebih sedikit material dan mempercepat hasil penemuan. Implikasi penelitian ini nantinya akan sangat luas, mulai dari penggunaanya di konstruksi bangunan, hingga pemeliharaan jalan, optimalisasi sensor dan generator, serta pemantauan kelansungan struktur bangunan.

Nanomaterial adalah material yang memiliki struktur berdimensi sangat kecil, yakni berkisar antara 1-100 nm. Dalam konstruksi, nanomaterial berpotensi untuk menjadikan konstruksi lebih cepat, murah, dan aman.

Tinggalkan Balasan