Di Tengah Pandemi, Populasi Crazy Rich di Indonesia Naik 67%

JAKARTA, KOMPAS.com – Keberadaan dan kehidupan orang-orang kaya selalu menarik perhatian. Terlebih jika mereka masuk dalam kategori Ultra High Net Worth Individual (UHNWI).

Individu-individu yang masuk dalam kategori UHWNI atau ultrakaya alias crazy rich ini adalah pemilik harta di atas US$ 30 juta atau ekuivalen Rp 430 miliar. Harta kekayaan dimaksud meliputi properti (rumah dan tanah), barang mewah bermerek, koleksi seni, mobil klasik, properti investasi, dan intangible assets.

Mengapa kita harus tertarik pada kalangan tajir di tengah pandemi dan krisis ekonomi seperti sekarang ini? Global Head of Reserach Knight Frank Liam Bailey punya jawabannya.

sumber: instagram.com/fitnofabulous

Secara sederhana, jika kita ingin memahami kinerja pasar, UHNWI ini merupakan magnet yang membentuk bagian sentral dari sebuah cerita. Karena itulah dalam Wealth Report 2021 yang diterima kompas.com, Selasa (02/03/2021), Knight Frank melakukan penilaian terhadap perilaku mereka.

Bagaimana peruntungan kalangan superkaya berubah, di mana mereka menghabiskan waktu, apa yang mereka investasikan, dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Bila pembuat kebijakan dan investor memiliki wawasan yang kurang tentang perilaku dan sikap dari UHNWI yang jumlahnya cuma 1 persen dari total populasi global ini, berisiko menyebabkan kesalahan membaca tren ekonomi yang serius.

“Wealth Report 2021 ini akan mengisi kesenjangan pengetahuan tersebut. Amerika Serikat akan tetap menjadi pusat kekayaan ekonomi dunia selama periode perkiraan kami,” ujar Liam.

Meski demikian, Asia akan menunjukkan pertumbuhan UHNWI tercepat selama lima tahun ke depan dalam periode 2020-2025, dengan angka 39 persen dibandingkan pertumbuhan rata-rata global 27 persen. Pada 2025 mendatang, Asia akan menampung 24 persen atau 161.878 orang dari total 663.483 UHNWI global, atau naik dari 17 persen pada satu dekade sebelumnya.

Menariknya, Indonesia memimpin Asia dengan lonjakan pertumbuhan UHNWI sebesar 67 persen menjadi 1.125 orang. Periode sebelumnya, UHNWI Indonesia hanya sebanyak 673 orang.

“Pertumbuhan Indonesia bersama India (63 persen) membuat proporsi UHNWI global di Asia meningkat menjadi 24 persen,” imbuh Liam.

Dia mengungkapkan, bersama Amerika Utara dan Australasia, UHNWI Asia paling optimistis kekayaan mereka meningkat signifikan, dengan angka masing-masing 86 persen, 82 persen, dan 81 persen. Meskipun Covid-19 masih jauh dari terkendali di banyak bagian dunia saat Wealth Report 2021 diterbitkan, perkiraan tahun ini mewakili optimisme akan munculnya siklus ekonomi dan menetapkan ekspektasi baru untuk dunia pasca pandemi.

Tinggalkan Balasan