Dirut Sarana Jaya Jadi Tersangka KPK, Diduga Terkait Proyek Rumah DP Rp 0

detikFinance, Jakarta – Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan lahan. Belum diketahui secara pasti, tapi PDIP DKI Jakarta menduga pengadaan lahan itu terkait dengan program rumah DP Rp 0.

“Ya untuk program DP 0 rupiah, mungkin,” kata Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono.

Program tersebut merupakan program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. BUMD PD Pembangunan Sarana Jaya mendapat tugas untuk mengurus proyek ini.

sumber: koran.tempo.co

Program ini dibangun di beberapa kawasan. Setelah melakukan pembangunan di Pondok Kelapa, Jakarta, rumah DP Rp 0 dibangun di kawasan lain, yakni di Nuansa Cilangkap, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Proyek DP Rp 0 jilid II ini sendiri diresmikan Anies Baswedan pada Desember 2019 lalu.

Rumah DP 0 jilid II berbentuk vertikal di atas lahan seluas 2,9 hektare. Akan ada empat tower yang dibangun, yang masing-masing akan berdiri di atas lahan seluas 0,65 ha.

“Proyek hunian ini terletak di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur. Hunian ini berdiri di atas lahan 2,9 hektare,” Yoory C. Pinontoan dalam sambutannya di lokasi pada 12 Desember 2019 silam.

Dia menjelaskan bahwa nantinya tiap-tiap tower akan dibangun setinggi 24 lantai. Di dalamnya terdiri dari dua tipe hunian, yaitu tipe studio dan tipe 2BR (2 kamar). Masing-masing tower terdiri dari 850 unit dengan tinggi 24 lantai. Jadi totalnya adalah 3.400 unit.

Proyek ini ditargetkan selesai dalam 18 bulan setelah groundbreaking, sehingga rampung di 2021. Anies Baswedan meminta pengembang proyek memastikan pembangunannya tidak molor. Hunian ini dikerjakan oleh PD Pembangunan Sarana Jaya dan PT Totalindo Eka Persada Tbk.

“Hari ini groundbreaking dimulai. Pesan saya ke Sarana Jaya dan Totalindo sama seperti groundbreaking lainnya. Nomor satu soal jadwal, pastikan bahwa jadwal dirancang dengan baik dan lebih cepat lebih baik. Meskipun sudah ditarget 18 bulan, di-review lagi, dicek lagi. Kalau dikerjakan lebih awal lebih baik,” kata Anies saat itu.

Anies meminta progres pembangunannya nanti dibuat terbuka. Artinya, warga bisa memantau langsung perkembangannya. Sementara, Yoory mengatakan bahwa pihaknya sudah memasang target penyelesaian Rumah DP Rp 0 ini pada Kuartal III-2021.

“Kami kembali bermitra dengan Totalindo, dan rencananya akan selesai dalam 2 tahun atau Kuartal III-2021,” tambahnya.

Yoory mengatakan bahwa rumah DP Rp 0 ini dibanderol di harga Rp 200 jutaan untuk tipe studio. Sementara, untuk tipe 2BR (2 kamar) adalah Rp 338 juta.

“Dari Rp 200 jutaan (tipe studio) sampai Rp 338 jutaan (tipe 2 kamar),” katanya.

Tinggalkan Balasan