Indonesia Akan Terapkan Sertifikat Elektronik, Australia Tetap Pakai Bentuk Fisik

HousingEstate, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan menerapkan sertifikat elektronik untuk legalitas pertanahan maupun produk properti lainnya. Banyaknya sertifikat yang tumpang tindih hingga lamanya proses pengurusan legalitas pertanahan menjadi beberapa alasan untuk penerapan sertifikat elektronik yang akan diberlakukan secara bertahap mulai tahun ini.

Sementara, di Australia ternyata masih menerapkan sertifikat fisik kendati pendaftaran maupun penyimpanan data sudah menerapkan sistem digital. Ragam status kepemilikan properti di Australia juga lebih simpel tidak sebanyak di Indonesia, dan diberlakukan sama untuk penduduk lokal maupun orang asing. 

Keretarangan itu disampaikan oleh Reiza Arief, Manajer Penjualan Crown Group Indonesia. Crown Group merupakan pengembang Australia yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia Iwan Sunito.

sumber: youtube.com/Frank Carmi

“Untuk kepemilikan unit apartemen di Australia akan mendapatkan sertifikat hak milik (SHM) berbentuk fisik baik untuk masyarakat lokal maupun orang asing. Di Australia hanya berlaku satu jenis sertifikat saja yaitu freehold certificate yang berlaku seumur hidup dan bisa diwariskan,” ujarnya.

Masih menurut Reiza, untuk lahan yang di atasnya ada gedung akan dibagi dalam bentuk strata ke setiap pemilik unit. Untuk pengurusan sertifikat SHM di Australia  juga sangat singkat, umumnya memakan waktu dua minggu.

Sertifikat ini harus keluar sebelum unit apartemen diserahterimakan. Selama sertifikat belum keluar, unit apartemen dengan cara apapun tidak akan bisa diserahterimakan.

Kendati masih menggunakan sertifikat fisik, lanjut Reiza, untuk pendaftarannya sudah menggunakan sistem digital e-documents sehingga akan memudahkan juga bagi pembeli yang berdomisili di luar negeri. Bahkan, orang asing juga bisa membeli rumah tapak di Australia dan tetap dengan hak yang sama seperti penduduk lokal.

Beberapa syarat tambahan untuk pembeli rumah tapak yaitu patokan harga yang lebih tinggi, lokasi di area strategis seperti dekat CBD atau sekitar kampus, dan pengenaan pajak yang lebih besar. Ada juga pajak tambahan, bila rumah kosong selama enam bulan dikenakan sekitar 1 persen dari nilai propertinya.

Tinggalkan Balasan