Ingin IQ Anak Tinggi? Pilih Rumah di Kawasan Sejuk dan Asri!

Kawasan dengan suasana alami, udara sejuk, lingkungan asri, dan ruang terbuka hijau yang luas sangat sempurna jika dibangun rumah untuk keluarga. Ditambah lagi, kawasan yang sangat nyaman seperti itu berperan baik untuk perkembangan anak.

Faktor lingkungan memang memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap tumbuh kembang anak. Hal ini diungkapkan oleh sekelompok peneliti dari Hasselt University dan Ghent University.

“Kami menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di perkotaan tapi memiliki akses di ruang terbuka hijau, memiliki tingkat kecerdasan intelektual atau intelligence quotient (IQ) lebih tinggi,” ujar pemimpin studi Esmee Bijens, seperti dikutip dari independent.co.uk.

sumber: inhabitat.com

Dalam studi tersebut, para ilmuwan mempelajari skala IQ pada lebih dari 700 anak berusia 8-15 tahun. Hasilnya, peningkatan ruang hijau sebesar 3,3 persen dalam radius 3 kilometer dari tempat tinggal berkaitan dengan peningkatan rerata IQ anak sebesar 2,6 poin.

Sebagai informasi, kecerdasan intelektual atau kecerdasan kognitif adalah kemampuan seseorang dalam bernalar serta memecahkan masalah dengan menggunakan unsur-unsur matematika dan logika. Kecerdasan intelektual juga mewakili kemampuan dalam pemrosesan visual dan spasial, pengetahuan tentang dunia, serta kekuatan ingatan.

Bijens menjelaskan, selain dipengaruhi oleh faktor genetik, pembentukan IQ juga berkaitan dengan lingkungan tempat anak tumbuh. Dari perspektif kesehatan, papar Bijens, ruang terbuka hijau pada kawasan residensial dapat digunakan anak untuk beraktivitas fisik serta melakukan kontak sosial.

Seperti diketahui, kedua aktivitas tersebut dapat meningkatkan fungsi hipokampus yang merupakan pusat belajar dan memori pada otak anak. Dengan demikian, kemampuan belajar dan daya ingat anak menjadi lebih baik.

“Selain itu, kawasan residensial dengan ruang terbuka hijau yang luas dapat pula menurunkan polusi udara dan suara. Kedua hal ini menjadi penyebab penurunan perkembangan kognitif anak,” imbuh Bijens.

Itu berarti, ketika polusi udara dan suara berkurang, perkembangan kognitif anak tidak akan terganggu.

Lebih lanjut Bijens memaparkan, keberadaan ruang terbuka hijau, seperti taman, area berumput dan pepohonan, serta kebun juga dapat berdampak pada penurunan tingkat stres, kecemasan, dan depresi. Dengan begitu, perilaku bermasalah pada anak, seperti agresi dan mencari perhatian, juga menurun.

Berdasarkan hasil riset tersebut, para peneliti berkesimpulan bahwa perencanaan kota hijau merupakan sesuatu yang penting demi mengoptimalkan perkembangan anak.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan