Insinyur Harus Terlibat dalam Pembangunan Infrastruktur dan Perumahan

RumahComKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak kalangan insinyur di Indonesia untuk mendukung program pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat khususnya program sejuta rumah yang dicanangkan sejak bulan April 2015 lalu. Kalangan insinyur diharapkan sumbangsih pemikiran maupun hasil kerjannya untuk ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus daya saing Indonesia dengan negara lain.

Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, sumbangsih dan dukungan untuk bidang infrastruktur dan perumahan dibutuhkan dari berbagai kalangan terlebih insinyur yang memiliki kapasitas keilmuan terkait dengan sektor infrastruktur dan perumahan.

“Dalam program sejuta rumah, peran insinyur dibutuhkan untuk mewujudkan hunian yang layak dengan struktur dan konstruksi bangunan yang baik. Para insinyur juga harus mampu mengawasi pelaksanaan pembangunan dengan baik karena itu insinyur Indonesia tidak boleh kalah dengan insinyur dari luar negeri,” katanya.

sumber: nerdwallet.com

Profesi insinyur, jelasnya, merupakan sebagai salah satu profesi penting dalam bidang pembangunan infrastruktur dan perumahan. Hal ini sesuai dengan amanat UU No. 11 Tahun 2011 tentang rumah susun.

Profesi insinyur merupakan pengakuan kompetensi sebagai sarjana teknik agar bisa berkiprah lebih baik dan meningkatkan daya saing baik di tingkat nasional maupun global.

Saat ini ada sekitar 260 ribu lulusan insinyur dengan kiprah lokal hingga ke manca negara. Berbagai kendala maupun permasalahan di bidang perumahan Indonesia juga harus dijadikan tantangan bagi profesi ini khususnya untuk penerapan berbagai keahlian dan bidang keilmuan yang dimiliki.

Tantangan perumahan kita juga masih sangat besar dengan angka defisit (backlog) perumahan yang masih di atas 7,8 juta unit. Belum bicara mengenai masih banyaknya kawasan-kawasan hunian yang sangat tidak layak huni dan menyebabkan banyaknya kawasan kumuh.

“Karena itu kami meminta para insinyur untuk mewujudkan inovasi khususnya di bidang pembangunan dan senantiasa memegang teguh integritas, martabat profesi, dan terus meningkatkan kemampuannya untuk ikut berpartisipasi dalam bidang infrastruktur dan perumahan,” imbuhnya.

Pada kesempatan lain, Rektor Universitas Parahyangan Mangandar Situmorang mengatakan, pihak kampus siap menjalin kerja sama dengan kementerian maupun lembaga lain untuk terus meningkatkan kompetensi para insinyur melalui Program Profesi Insinyur. Adanya pengakuan di bidang akademik ini juga bisa menjadi salah satu hal untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing.

“Kami berharap para insinyur bisa menunjukan kemampuannya untuk membaktikan diri pada bidang pembangunan di Indonesia. Kita juga masih menghadapi tantangan pembangunan yang lebih berat dengan tuntutan mempersatukan dan membangun ribuan pulau di Indonesia sekaligus untuk ikut mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan