Kawasan Bersejarah Rusak, Liverpool Dicoret dari Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO

JAKARTA, KOMPAS.com – Kota Liverpool, Inggris, secara resmi dicoret dari daftar situs warisan dunia UNESCO pada Rabu (21/07/2021), setelah diberikan gelar tersebut 17 tahun lalu. Seperti dikutip dari The New York Post, keputusan ini dibuat di Fuzhou, China, setelah pemungutan suara rahasia oleh komite UNESCO.

Mayoritas pendapat mendukung rekomendasi yang dibuat pada bulan Juni untuk menghapus Liverpool dari status tersebut. Tentu saja ini menjadi pukulan besar bagi kota tersebut yang telah berjuang untuk merevitalisasi setiap sudut kota dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan ini diambil bukan tanpa sebab. Dalam laporan yang diterbitkan oleh komite UNESCO pada bulan Juni lalu disebutkan bahwa perkembangan kota Liverpool telah mengakibatkan kerusakan serius pada kawasan bersejarahnya. 

sumber: kompas.com (Paul Ellis/Agence France-Presse)

Liverpool memperoleh status Warisan Dunia pada tahun 2004, sebagai pengakuan atas sejarah perdagangan dan maritimnya, yang tercermin dalam arsitektur megah. Sebagai salah satu pusat perdagangan utama dunia pada abad ke-18 dan ke-19, Liverpool menjadi  kota yang makmur berkat perdagangan budak trans-Atlantik.

Menjadi kota yang masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO, berarti Liverpool wajib melestarikan monumen, bangunan, dan situs-situs penting di wilayahnya.

Wali Kota Liverpool Joanne Anderson mengatakan sangat kecewa dan prihatin dengan keputusan UNESCO tersebut.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah untuk memeriksa apakah kami dapat mengajukan banding, tetapi apapun yang terjadi, Liverpool akan selalu menjadi kota Warisan Dunia,” ujar Anderson.

Sampai saat ini, terdapat dua tempat lain yang juga pernah kehilangan statusnya sebagai situs warisan dunia UNESCO. Pertama, Suaka Oryx Arab di Oman. Mereka kehilangan statusnya ini pada tahun 2007 setelah jumlah kijang menurun drastis dan pemerintah mengurangi ukuran cagar alam hingga 90 persen.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2009, Lembah Dresden Elbe di Jerman juga dicoret sebagai situs warisan dunia karena pembangunan jembatan yang membelah tempat tersebut.

Dalam kasus Liverpool, komite khawatir pada rencana regenerasi tepi kotanya. Melalui proyek ini akan dibangun apartemen mewah dan gedung-gedung pencakar langit sehingga menimbulkan perubahan drastis terhadap bangunan-bangunan bersejarah.

Liverpool memang mempunyai sejarah yang hebat pada masa lalu, karena 40 persen dari semua perdagangan global melewati pelabuhan kota ini pada awal abad pertama. Mereka pun mempertahankan kekayaan dan statusnya hingga awal abad ke-20.

Bangunan tepi sungai yang paling terkenal sebagai “Three Graces” dibangun jauh sebelum Perang Dunia I sebagai kantor otoritas pelabuhan, perusahaan asuransi Royal Liver, dan jalur pelayaran Cunard.

Tinggalkan Balasan