Keren! PUPR Kembangkan Bahan Bangunan dari Limbah dan Lumpur

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengembangkan bahan bangunan dengan memanfaatkan limbah-limbah dan lumpur tak terpakai.

Melalui inovasi tersebut, limbah dan lumpur yang terbuang sia-sia menjadi barang yang berguna bagi kehidupan. Bahkan, bahan bangunan yang diciptakan mampu mengurangi pemakaian sumber daya alam yang berlebih.

Berikut ini pengolahan limbah yang berhasil dikembangkan Puskim PUPR menjadi material bangunan:

sumber: kompas.com

Pemanfaatan Residual Cracking Catalyst (RCC)
Residual cracking catalyst (RCC) merupakan limbah dari pemrosesan minyak mentah di dalam reaktor. Penggunaan limbah minyak sebagai bahan bangunan dasar merupakan upaya untuk mengurangi pencemaran limbah.

RCC dikembangkan untuk dinding bangunan bertingkat dan teknologi yang telah diuji coba. Jenis produk bata beton ringan memiliki proporsi campuran 75 persen RCC, 25 persen pasir silika, dan 1,6 persen foam agent.

Bata beton ringan ini memiliki kekuatan tekan sebesar n35 Kgf/cm persegi dengan teknik pembuatan pengembangan dengan substitusi foam agent.

Pemanfaatan Lumpur Lapindo (lusi)
Bahan bangunan juga dikembangkan melalui lumpur yang keluar dari semburan lumpur Lapindo. Produksinya pun berada di dekat lokasi semburan lumpur.

Pembuatan material bangunan dari lusi tak lain untuk mengurangi dampak lingkungan yang tercemar, menimalisasi jumlah penumpukan lumpur, dan mendukung ketersediaan bahan bangunan.

Telah ada beberapa bahan bangunan yang berbasis lusi, yakni beton ringan lusi, polymer, ceramic base, conblock, paving block, dan genteng semen. Material bangunan yang dihasilkan dari lusi ini tahan terhadap semburan api dan lebih ringan.

Pemanfaatan Limbah Batu Bara
Fly-Ash merupakan sisa pembakaran limbah batu bara yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pengolahan limbah batu bara bertujuan untuk mengatasi masalah lingkungan akibat berkembangnya industri yang menggunakan batu bara sebagai energi.

Pengolahan limbah batu telah diterapkan di berbagai daerah. Jenis produk yang dihasilkan memiliki proporsi campuran agregat (60 persen fly-ash + 405 pasir).

Produk yang telah dihasilkan berupa, yaitu bata beton berlubang, interlock block, genteng beton, dan paving block.

sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan