Kolam Renang Terapung Bakal Dibangun Jadi Destinasi Wisata di Sungai Kotor di New York

KOMPAS.com – Sebuah kolam renang terapung akan dibangun di tepian sungai bagian timur Kota New York, Amerika Serikat. Kolam renang tersebut akan menjadi destinasi wisata yang sangat menarik bagi warga yang tinggal di wilayah tersebut.

“Warga New York pasti akan senang dan hampir tidak akan pernah menolak kesempatan untuk terjun ke kolam yang apik dan fotogenik,” kata Archie Lee Coates IV yang merupakan salah satu desainer kolam renang apung, seperti dikutip dari architecturaldigest.com.

Selama ini East River dikenal sebagai sungai yang kotor dan kumuh. Jarang sekali warga sekitar yang tertarik untuk berekreasi di sungai tersebut, apalagi menjadikannya sebagai tempat berenang. Bahkan pada hari-hari musim panas tiba, perairan khusus ini tidak menarik bagi siapapun, terutama yang sangat peduli dengan kebersihan.

sumber: architecturaldigest.com

Karena hal tersebut, sejumlah arsitek berinovasi dan menyerukan pekerjaan untuk membersihkan East River agar menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Caranya yaitu dengan membuat kolam renang terapung berbentuk tanda plus raksasa di utara Jembatan Manhattan yang menghubungkan lingkungan East Village Manhattan ke Brooklyn.

Kolam renang terapung ini dirancang oleh empat orang arsitek, yaitu Archie Lee Coates IV dan Jeff Franklin dari firma desain PlayLab, serta Dong-Ping Wong dan Oana Stanescu dari firma arsitektur Family. Archie mengatakan, ide kolam renang terapung ini sudah dipikirkannya sejak tahun 2010 silam.

Air yang digunakan untuk kolam ini berasal dari air sungai di sekitarnya yang kemudian disaring menggunakan alat khusus. Dia memperkirakan bahwa kolam renang ini dapat menyaring air sungai East River menjadi air kolam sekitar 600.000 galon setiap harinya.

Kolam renang apung ini direncanakan akan dibangun dan beroperasi dalam waktu dua tahun mendatang. Hingga kini, sejumlah inisiator kolam renang apung ini masih mengumpulkan anggaran untuk mengembangkan sistem penyaringan air.

Archie mengatakan, pembangunan kolam apung ini membutuhkan dana sekitar US$ 25 juta atau Rp 354 miliar. Pembangunan meliputi kolam renang apung, sistem penyaringan berteknologi tinggi, dan juga sekaligus sitem penghangat air.

“Ini impian kami sejak beberapa tahun yang lalu, untuk konstruksinya bisa memakan waktu hingga dua tahun,” ujarnya.

“Sampai saat itu, penduduk Manhattan dan warga Brooklyn akan dengan sabar menunggu proyek ini selesai,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan