Konstruksi Hampir 90 Persen Rampung, Pembangunan JIS Masuki Tahap Akhir

Hingga minggu ke-118, metal sheet Jakarta International Stadium (JIS) sudah tertutup seluruhnya, dengan progres total konstruksinya telah mencapai 87,85 persen. Dengan adanya metal sheet yang menutup seluruh area atap, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) akan mempercepat pengerjaan pembangunan JIS secara optimal.

“Alhamdullilah, seluruh atap metal sheet JIS sudah tertutup semua pada minggu ke-118. Dengan demikian, proyek JIS realisasi pengerjaannya telah mencapai 87,85 persen,” kata Manajer Proyek JIS Arry Wibowo.

Terlebih, pembangunan JIS kini telah memasuki tahap akhir ini. Sehingga, banyak pekerjaan interior yang dilaksanakan, seperti pemasangan bangku penonton, pengerjaan sisa-sisa precast, pemasangan lampu, hingga pemasangan sound system.

sumber: dok. Jakpro

Pemasangan kursi, terutama tier tiga, akan lebih aman dari hujan maupun panas, sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat.

“Sebelum seluruhnya tertutup, sound system masih ditutupi plastik untuk mencegah terkena air hujan,” ujarnya.

Tak kalah penting, pemasangan seluruh metal sheet atap JIS tuntas sesuai waktu yang direncanakan atau sebelum 11 Desember 2021. Arry pun mengapresiasi kerja seluruh tim dalam proyek yang akan menjadi kebanggaan warga Jakarta tersebut.

“Tentunya tertutup seluruh atap JIS ini akan mengakselerasi pekerjaan lainnya, karena menjadi lebih aman,” ucapnya.

Tertutupnya seluruh atap JIS turut serta menambah nilai estetika JIS, terutama jika diambil gambarnya dari atas. Sebab, metal sheet atap JIS memiliki warna yang kontras ketika dipotret menggunakan kamera.

“Kalo difoto bagus, metal sheet warna kontras sehingga menjadi terang atau terlihat warna putih. Padahal, warna aslinya abu-abu terang,” ujar Arry.

Diketahui, JIS merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia. Berdasarkan laporan media asal Inggris, Daily Mail, pada 20 Februari 2021 lalu, JIS masuk dalam 10 stadion termegah di dunia.

JIS berada di urutan ke-10 setelah Miami Freedom Park, Lusail Iconic, Bramley-Moore Dock, Camp Nou, Santiago Bernabeu, New Feyenoord, Della Roma, New San Siro, dan Grand Stade de Casablanca.

Tak hanya itu, JIS merupakan satu-satunya bangunan stadion yang telah memperoleh sertifikasi green building atau sertifikasi level platinum pada Design Recognition. Arry mengingatkan, green building bukan sekadar konsep bangunannya saja, melainkan juga merubah mindset dan pola perilaku masyarakat sekitar.

Hadirnya JIS yang merupakan stadion pertama di Indonesia yang memiliki atap buka tutup (retractable roof) akan menjadi simbol pembangunan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menjadi katalisator urban regeneration. Hal ini sejalan dengan visi kota Jakarta yang sedang fokus menjadi Kota Layak Huni.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan