Lahan Bendungan di Ibu Kota Negara Baru Mulai Dibebaskan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang mengatakan, lahan untuk proyek genangan Bendungan Sepaku di Ibu Kota Baru (IKN) Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur, mulai dibebaskan.

Menurutnya, bendungan tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih IKN.

“Kami pastikan pembebasan lahan genangan Bendungan Sepaku mulai dilakukan,” kata Nicko seperti dikutip dari antaranews.com, Senin (07/06).

sumber: kompas.com

Nicko menjelaskan, sesuai rencana Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur akan membebaskan 342 hektar lahan. Sejumlah wilayah di Kecamatan Sepaku masuk dalam lokasi genangan bendungan yakni, Desa Tengin Baru, Sukomulyo, dan Desa Argomulyo.

“Kami harapkan pembebasan lahan genangan bendungan itu dapat selesai pada tahun ini (2021), sehingga segera dilanjutkan dengan pembangunan fisik,” ujarnya.

Sebelumnya, BWS Kalimantan Timur telah membebaskan 88 hektar lahan untuk lokasi pembangunan tubuh bendungan. Dana pembangunan Bendungan Sepaku berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN.

Pembangunan Bendungan Sepaku seluas 430 hektar tersebut bertujuan untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang tinggal di ibu kota negara Indonesia yang baru. Bendungan Sepaku juga bermanfaat untuk pengendalian banjir, serta dijadikan daerah pariwisata waduk dan konservasi daerah aliran sungai (DAS) Tengin Baru.

Bendungan yang dibangun di wilayah Kecamatan Sepaku tersebut memiliki daya tampung sekitar 11,6 juta kubik dengan debit air 2.400 liter per detik.

Tinggalkan Balasan