Libatkan 5 Gubernur, Jakarta International Stadium Dibangun Selama 11 Tahun

JAKARTA, KOMPAS.com – Jakarta Internasional Stadium (JIS). Inilah proyek jumbo sarat modal (capital intensive), tenaga kerja (labour intensive), dan juga keputusan politik.

Betapa tidak, proses desain dan konstruksinya hingga menampakkan bentuk seperti sekarang ini memakan waktu lebih dari satu dekade atau tepatnya 11 tahun.

Ini artinya, lima gubernur terlibat dalam mengambil keputusan politik atas megastructure yang dijadwalkan tuntas pada 2022. Kelima gubernur tersebut adalah Fauzi Bowo (2007-2012), Joko Widodo (2012-2014), Basuki Tjahaja Purnama (2014-2015), Djarot Saiful Hidayat (2017-2017), hingga Anies Baswedan (2017-2022).

sumber: kompas.com (dokumen pribadi Prasetyoadi)

Managing Director PDW Architects yang juga Anggota Green Building Council Indonesia (GBCI) Prasetyoadi menuturkan, pembangunan JIS harus melalui proses dan sejarah panjang. Kurun 11 tahun adalah perhitungan proses desain dan konstruksi. Untuk sampai tuntas dan diresmikan masih dalam kalkulasi, meski ditargetkan 2022 mendatang.

Tiyok, sapaan akrab Prasetyoadi bercerita, tahun 2010, PDW Architects memenangi kompetisi desain arsitektur JIS yang dirancang oleh tiga arsitek yaitu Muhammad Gito Wibowo, Dyah Fatma, serta Noer Hidayat Adham. Dari ketentuan sayembara yang ditetapkan pada tahun itu, desain JIS telah mengalami banyak perubahan dibandingkan dengan tahun 2019.

Tahun 2010, JIS dirancang dengan kapasitas 50.000 orang, dilengkapi trek atletik, tidak beratap, dan berlokasi di tengah jalan. Sementara pada desain 2019, daya tampung JIS ditambah 32.000 orang menjadi 82.000 penonton. Sehingga, total kapasitas JIS sama dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan.

Selain itu, JIS dirancang hanya memiliki lapangan sepakbola, atap dibuat otomatis bisa dibuka-tutup, serta lokasi bergeser ke arah barat.

“Dengan demikian, akses penonton menggunakan Taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW) yang ada di seberang lahan,” lanjut Tiyok.

Mundur ke belakang pada kurun 2011-2013, hasil karya PDW Architects yang memenangi kompetisi, mengalami pengembangan desain, terutama pada interior yang dirancang oleh PT Arkonin. Hingga berlanjut lima tahun kemudian, keseluruhan desain stadion dirancang ulang oleh beberapa pihak di antaranya, PT Jakarta Konsultindo, PT Malmass Mira Teknik, Buro Hapold, Timmy Setiawan, serta Muhammad Gito Wibowo dan Reza Kaedy dari PDW Architects.

Konstruksi fisik JIS baru dimulai pada 2020 yang dikerjakan oleh tiga kontraktor dengan skema kerja sama operasi (KSO) dan satu konsultan bangunan yakni PT Penta Rekayasa (Penta Architecture). KSO yang membangun megaproyek milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini meliputi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, serta PT Jaya Konsutruksi Manggala Pratama Tbk.

Terintegrasi Transportasi Publik

sumber: kompas.com (dokumen pribadi Prasetyoadi)

Kini, perkembangan konstruksi JIS telah memasuki pekerjaan kerangka atap. Targetnya,  Agustus-September 2021, tahapan pembangunan fasad atap atau rupa bangunan diproyeksikan selesai. Dengan demikian, tahun 2022 mendatang, konstruksi megaproyek ini diharapkan tuntas secara keseluruhan.

Tiyok mengungkapkan, JIS bukan sembarang stadion, melainkan mengadopsi nilai-nilai bangunan hijau. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan desain “Greenship Platinum” dari GBCI dan Yodaya Green Building Consultant.

Selain itu, JIS juga dinilai ramah pejalan kaki, dan terintegrasi transportasi publik sehingga dapat meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi. Tahap awal, Bus Transjakarta akan beroperasi menghubungkan JIS dengan lokasi-lokasi penghubung.

Sementara untuk jangka menengah akan ada kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Adapun jangka panjang, JIS akan dilengkapi dengan Moda Raya Terpadu (MRT) serta Lintas Raya Terpadu (LRT).

Untuk diketahui, anggaran yang digunakan dalam membangun stadion ini senilai Rp 4,08 triliun.

JIS dibangun di atas lahan seluas 221.000 meter persegi. Stadion ini dirancang dengan kapasitas 82.000 penonton, dilengkapi atap buka-tutup secara otomatis. Mekanisme buka-tutup atap otomatis ini merupakan yang pertama di Indonesia. Tak hanya itu, terdapat juga sky-viewing deck di ketinggian 70 meter.

Beberapa stadion kenamaan dunia juga menerapkan kemampuan serupa, salah satunya Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Amerika Serikat.

JIS menjadi stadion pertama di Indonesia yang menggunakan rumput hybrid turf untuk lapangannya. Rumput ini merupakan percampuran antara alami dan sintetis.

Stadion modern ini dirancang sedemikian rupa sehingga membuat jarak tribun dan lapangan lebih dekat dengan tiga tingkatan yakni lower tribun, middle tribun, dan upper tribun. JIS juga memiliki beberapa fasilitas tertentu seperti dua fasilitas lapangan latihan, restoran, ruang VIP, serta ruang ganti mewah.

Demikian halnya dengan fasilitas lainnya, seperti lahan parkir yang bisa menampung 800 mobil di parkir VIP dan VVIP yang diperuntukan bagi para pemain sepakbola dan 100 bus di lahan parkir. Di sekitar stadion kelak akan dibangun sejumlah fasilitas umum dan sosial yang mengutamakan seni, budaya, dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan