New York Punya Crazy Rich dengan Properti Mewah Terbanyak di Dunia

KOMPAS.com – New York, Amerika Serikat, dinobatkan sebagai kota dengan penduduk yang memiliki properti terkaya di dunia. Banyak penduduk di kota berjuluk Big Apple ini yang memiliki aset properti dengan harga fantastis, dan tertinggi dibandingkan dengan kota mana pun di dunia.

Meskipun terjadi penurunan yang dipicu pandemi Covid-19, New York masih merupakan  konsentrasi terbesar pemilik rumah dengan kekayaan sangat tinggi di planet ini.

“New York adalah rumah bagi jumlah pemilik rumah ultrakaya tertinggi di dunia,” demikian WealthX, Selasa (09/03/2021).

sumber: cnbc.com

Berdasarkan laporan baru dari perusahaan keuangan WealthX dan platform real estat Realm bertajuk “Spotlight on the Leading of the Leading Markets for the Wealthy: Residential Real Estate 2021“, terdapat 25.000 orang yang merupakan penduduk New York memiliki kekayaan 30 juta dolar AS atau sekitar Rp 430 miliar per orangnya.

Dari total UHNWI sebanyak itu, memiliki tempat tinggal lebih dari satu. Hal ini mencerminkan status New York sebagai pusat global untuk keuangan dan perdagangan.

“Selain itu, kota ini juga menawarkan perpaduan yang kaya antara peluang budaya dan gaya hidup mewah, pendidikan berkualitas tinggi, dan real estat utama,” kata laporan tersebut.

Sementara itu, kota dengan penduduk terkaya selanjutnya juga ada di Amerika Serikat atau tepatnya Los Angeles (LA). LA berada di posisi kedua dengan hampir 16.300 orang penduduknya memiliki kekayaan yang juga terbilang tinggi. Bahkan 10.800 orang di antaranya memiliki aset properti sekunder di kota tersebut.

Sementara, kota dengan penduduk terkaya di dunia ketiga adalah London, Inggris. Di kota tersebut terdapat 14.485 orang yang termasuk dalam kategori ultrakaya, lebih dari 68 persen di antaranya memiliki tempat tinggal sekunder.

Terakhir kota dengan penduduk ultrakaya keempat dan kelima di dunia yaitu Hong Kong dan Paris. Hong Kong tercatat memiliki 14.235 penduduk ultrakaya, sementara Paris diisi 7.035 orang dengan level crazy rich.

Penting diketahui bahwa di New York, London, dan Hong Kong, pemilik rumah sekunder lebih cenderung didominasi oleh perempuan dan sedikit lebih muda daripada penduduk utama. Angka ini, meski mengesankan, kemungkinan akan bergeser dalam satu atau dua tahun mendatang karena pandemi mengaburkan garis antara tempat tinggal primer dan sekunder.

“Pandemi telah membentuk pasar terbaik untuk rumah kedua dan bahkan ketiga di pasar real estat mewah,” kata penasihat real estat mewah di Compass di Chicago Amerika Serikat, Joanne Nemerovski.

“Terlepas dari betapa menakjubkannya tempat tinggal utama mereka, kelompok orang kaya ini biasa bepergian, dan sulit bagi mereka untuk tetap tinggal,” tambah dia.

Tinggalkan Balasan