Nyicil Apartemen di Australia Bunganya Ringan, Tertarik Beli?

RumahCom – Ada banyak kemudahan membeli unit apartemen menggunakan pembiayaan bank di Australia. Selain bunga ringan, pemerintah Australia juga mengatur jumlah pasok dan permintaan, selain harga yang ditentukan oleh perbankan, sehingga tidak ada unit yang overpriced.

Di Australia konsumen asing bisa juga membeli produk apartemen kedua dengan pembiayaan dari perbankan. Syaratnya, pembiayaannya menggunakan refinancing kredit kepemilikan apartemen pertamanya yang bisa dikenakan kendati cicilan atas KPA unit pertamanya belum selesai.

Menurut Reiza Arief, Manajer Penjualan Crown Group Indonesia, pengembang Australia yang memasarkan produknya secara global, pembiayaan untuk properti kedua dimungkinkan setelah KPA pertama telah berjalan lima tahun dan asumsi sudah terjadi kenaikan nilai pada unit pertama mencapai 50 persen.

sumber: theconversation.com

“Dari perbankan di Australia bisa memberikan pinjaman KPA kedua hingga 80 persen dari harga unit yang ditawarkan. Jadi pembiayaan untuk pembelian unit kedua itu dimungkinkan dan konsumen bisa membayarnya dengan pendapatan sewa dari unit yang telah dimilikinya,” ujarnya.

Hal ini dimungkinkan, karena tingkat kekosongan unit apartemen di Australia adalah 1,9 persen, yang artinya sangat sedikit apartemen yang kosong atau tidak terisi. Kondisi ini berbeda dengan di Indonesia yang tingkat kekosongan unit apartemen bisa mencapai 40-50 persen dan bunga KPA di kisaran 5 persen (fixed rate) hingga 10 persen (float rate).

Di Australia, tingkat kekosongan bisa rendah karena pemerintahnya mengatur sangat ketat antara pasokan dan permintaan. Hal itu dijaga dengan mekanisme regulasi seperti izin membangun yang ketat, pembatasan zona pembangunan, hingga regulasi perbankan.

Kalangan pengembang yang membangun juga harus memiliki pondasi keuangan internal yang sehat karena bank baru bisa membiayai setelah pembangunan proyeknya telah mencapai 50 persen. Dana bank ini juga tidak bisa langsung diberikan karena pengembang harus mengantongi penjualan secara off the plan sebanyak 50 persen dari total unit yang dipasarkannya.

Tinggalkan Balasan