Pengelola Apartemen Harus Tingkatkan Edukasi Pandemi

RumahCom – Pandemi Covid-19 membutuhkan pemahaman dan keterlibatan semua pihak, khususnya untuk pencegahan penyebaran di lingkungan hunian. Karena itu, berbagai sosialisasi dan edukasi terus dilakukan termasuk di lingkungan hunian vertikal, terlebih virus ini mudah menular di ruangan tertutup yang berpendingin.

Karena itu menurut Anggota Dewan Penasihat Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) John Keliduan, perlu kolaborasi antara pengelola gedung apartemen, penghuni, dan pihak lainnya untuk melaksanakan berbagai bentuk kegiatan sehingga pemahaman dan pencegahan bisa terus ditingkatkan.

“Misalnya sosialisasi untuk saling menjaga satu sama lain, penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan lainnya. Kolaborasi itu sudah dilakukan di InnerCity Management (ICM) dengan salah satu konsultan pengelola apartemen di Indonesia untuk menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang bisa memastikan penghuni yang tinggal di apartemen nyaman dan pengelolaannya juga benar,” ujarnya.

sumber: rukita.co

Penghuni dan pengunjung apartemen harus terus diedukasi mengenai bahaya virus Covid-19, apalagi satu komplek apartemen bisa dihuni ribuan orang dan bisa menjadi salah satu klaster penularan yang potensial seiring mobilitas penghuni yang tinggi.

Karena itu, keberadaan pengelola yang profesional yang mampu menyediakan fasilitas dan protokol yang baik sangat diperlukan. Kolaborasi antara pengelola profesional, penghuni, hingga pihak kepolisian harus dibuat lebih terpadu dan terarah.

Inspektur Pengawasan Daerah Polda Metro Jaya Kombes Pol. Herukoco mengatakan, pandemi di Jakarta bukan hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga keamanan dan permasalahan sosial lainnya.

“Karena itu, penerapan protokol kesehatan di unit apartemen harus bisa memutus mata rantai penularan Covid-19 bagi para penghuninya,” katanya.

Sementara itu pengamat teknologi sekaligus Chief Marketing Officer IDCloudHost M. Mufid Luthfi menjelaskan, proses sosialisasi di apartemen saat ini yang menggunakan platform teknologi bisa menjadi pilihan terbaik, misalnya untuk mengurangi kontak langsung dan berbagai aktivitas lainnya.

“Misalnya, kita bisa merekomendasikan pengelola apartemen untuk melakukan survei kepada seluruh anggotanya dan memperketat protokol keamanan kesehatan. Hal-hal krusial yang perlu dibahas pengelola bersama penghuni secara offline kepada seluruh anggota bisa dilakukan secara hybrid campuran online-offline dan itu semua bisa diwadahi dengan teknologi,” bebernya.

Tinggalkan Balasan