Penyaluran KPR Bersubsidi FLPP Terus Meningkat

RumahComPusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mencatatkan tren kenaikan untuk penyaluran KPR bersubsidi fasiliitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Hingga minggu kedua bulan Maret 2021, dana FLPP yang telah disalurkan oleh bank pelaksana mencapai 7.266 unit rumah.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, sebanyak 7.266 unit rumah yang disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu senilai Rp 794,25 miliar atau sekitar 4,61 persen dari target penyaluran KPR FLPP PPDPP pada tahun 2021 ini.

“Tren penyalurannya terus meningkat, dengan capaian hingga bulan Maret ini PPDPP telah menyalurkan sebanyaak 772.121 unit rumah senilai Rp 56,39 triliun sejak tahun 2010 lalu. Tahun ini kami telah menjalin kerja sama dengan 38 bank pelaksana dan sebanyak 24 bank telah menyalurkan KPR FLPP,” ujarnya.

sumber: rumah.com

Adapun ke-24 bank pelaksana yang telah menyalurkan KPR FLPP yang terbesar yaitu Bank BTN sebanyak 3.785 unit. Berturut-turut bank pelaksana lain yang penyalurannya terus meningkat yaitu Bank BRI sebanyak 849 unit, Bank BJB 756 unit, Bank Jambi 189 unit, Bank Sulselbar 144 unit, Bank Artha Graha 132 unit, Bank Jatim Syariah 124 unit, Bank Sumselbar 58 unit, dan Bank Kalsel Syariah 54 unit.

Peningkatan penyaluran ini merupakan tren yang sangat positif, artinya semakin banyak masyarakat yang mendapatkaan akses terhadap program pembiayaan perumahan yang diberikan banyak kemudahan oleh pemerintah berupa bunga ringan hingga berbagai subsidi dan kemudahan lainnya.

Bank pelaksana yang juga meningkat penyalurannya, khususnya untuk periode awal tahun, banyak dari kalangan BPD di berbagai daerah. Misalnya, Bank Nagari sebanyak 38 unit, Bank Jambi 32 unit, Bank Riau Kepri Syariah 30 unit, Bank Riau Kepri 23 unit, Bank BRI Agro 20 unit, Bank Kalbar 13 unit, Bank DIY 9 unit, Bank Sumsel Babel Syariah 8 unit, Bank Kalbar Syariah 6 unit, Bank Nagari Syariah 5 unit, Bank Jateng Syariah 4 unit, Bank Kalsel 3 unit, Bank Jateng 3 unit, dan Bank NTT 2 unit.

“Angka ini belum mencakup semuanya karena Bank Syariah Indonesia (BSI) hasil merger tiga bank syariah BUMN yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, dan Bank BNI Syariah belum tercatat. BSI dan Bank DKI saat ini masih dalam proses kerja sama dengan PPDPP sehingga ke depan akan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap pembiayaan perumahan,” ungkap Arief.

Tinggalkan Balasan