Perkantoran dan Kawasan Industri Bakal Pimpin Pemulihan Pasar Properti

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemulihan pasar properti di berbagai negara Asia Pasifik sebagian besar masih dipimpin oleh perkantoran dan segmen industri. Managing Director Capital Markets & Layanan Investasi Colliers Asia Terence Tang mengatakan, pemulihan pasar properti utama kawasan berlanjut pada Kuartal II 2021.

“Kami memperkirakannya akan bertahan hingga paruh kedua tahun 2021, terutama berkat permintaan berkelanjutan untuk aset komersial dari para investor,” kata Terence dalam laporan Asia Pacific Market Snapshot Q2 2021.

Kondisi pasar properti di segmen perkantoran dan industri saat ini masih cukup baik. Kedua segmen tersebut akan terus pulih hingga akhir tahun 2021.

sumber: ideahuntr.com

Sebut saja di China, tercatat adanya pembeli domestik dan asing yang telah menyelesaikan beberapa kesepakatan di pasar kantor dan industri. Selanjutnya, segmen utama central business district (CBD) kota-kota besar juga terus melihat permintaan sewa baru.

Lalu, disusul Singapura dan Hong Kong yang mengalami peningkatan aktivitas investasi. Demikian halnya dengan pasar properti di Jepang, Korea, Australia, dan Selandia Baru pun mengalami hal serupa.

“Di Jepang, pasar properti berkinerja baik meskipun ada pembatasan ketat. Sementara segmen perkantoran Korea terus mencatat rekor baru,” jelas Terence.

Direktur Pelaksana, Pasar Modal & Layanan Investasi Colliers Australia dan Selandia Baru John Marasco menambahkan, Kuartal II adalah kuartal yang sibuk di semua pasar utama dengan permintaan sewa kantor terus tumbuh.

Dia berharap, pemerintah di berbagai negara Asia Pasifik juga terus memberikan perhatian kepada industri di sektor properti untuk bisa tumbuh dan bertahan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, kontribusi para investor juga dibutuhkan untuk tetap berkontribusi di sektor properti.

Hal itu tentu saja dengan keyakinan bahwa kondisi ke depan akan baik-baik saja, mengingat berbagai negara telah gencar melakukan vaksinasi secara masif.

“Kami mengharapkan kombinasi langkah-langkah kebijakan, peluncuran vaksin, dan permintaan dari investor yang yakin dengan prospek ekonomi jangka panjang kawasan, untuk berkontribusi pada pertumbuhan lebih lanjut dalam kegiatan investasi,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan