Pesepak Bola Euro 2020 Ini Ternyata Punya Bisnis Apartemen Pintar Berteknologi Artificial Intelligence dan Virtual Reality

JAKARTA, KOMPAS.com – Martin Braithwaite merupakan salah satu andalan Tim Dinamit, Denmark, dalam kompetisi sepak bola Euro 2020. Braithwaite bahkan mencetak gol saat melawan Wales dengan skor akhir 4-0 di babak 16 besar, yang sekaligus mengantarkan Denmark masuk ke perempat final.

Meski demikian, tidak banyak yang tahu tentang kehidupan pribadi Braithwaite. Selain dikenal sebagai pesepak bola, dia ternyata juga merupakan seorang pebisnis.

Melansir Forbes, pada 2020 lalu Braithwaite bersama dengan pamannya, Philip Michael, yang merupakan seorang pengusaha pengembang properti, merintis bersama proyek rumah pintar pertamanya di Philadephia, Amerika Serikat. Proyek hunian rumah pintar bernama ‘Temple’ ini dibangun khusus bagi mahasiswa Temple University.

sumber: bizjournals.com

Menariknya, karena berkonsep rumah pintar, rumah ini dilengkapi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Virtual Reality (VR). Misalnya, pintu kamar yang sudah tidak menggunakan kunci, melainkan dengan teknologi AI pengenalan wajah.

“Hunian ini akan menjadi impian bagi para mahasiswa, dan sengaja dibangun untuk Gen Z dan memenuhi kebutuhan mereka,” kata Michael seperti dikutip dari Forbes, Minggu (27/06/2021).

“Proses menyewa, mencari teman sekamar, dan tinggal, titik, sangat kuno. Kami mencoba membuatnya lebih mulus dan virtual, seperti Tinder dan Uber untuk berkencan dan transportasi,” lanjutnya.

Selain itu, Michael menjelaskan, proyek ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan kekayaan milenial, terutama antara kulit putih dan non-kulit putih. Pasalnya, saat ini rata-rata milenial di Amerika Serikat memiliki kekayaan bersih hanya US$ 8.000 atau setara Rp 115 juta.

Karenanya, hunian ini juga dapat menjadi solusi dan menjangkau para milenial untuk bisa memiliki hunian berteknologi tinggi namun dengan harga yang terjangkau.

“Saya dan Braithwaite ingin selalu menginspirasi dan memberdayakan orang, terutama dalam mengejar impian mereka melalui hunian ini,” katanya.

Berbeda dengan Braithwaite, Michael mengaku telah menjalani bisnis properti sejak lama. Dia menyebutkan, untuk memulai dan merintis bisnis ini awalnya hanya dengan modal US$ 100 dolar atau setara Rp 114.000.

sumber: forbes.com

Namun, lanjut Michael, baik dirinya ataupun Braithwaite memiliki kerja keras dan tekad yang tinggi, sehingga segala sesuatu yang diimpikan itu sangat mungkin untuk terwujud. Properti adalah salah satu cara paling efektif untuk mengumpulkan ekuitas; Micahel dan Braithwaite adalah contoh sempurna untuk itu.

“Kami ingin membantu menciptakan 200.000 mogul milenium baru dan proyek kami akan menjadi modal awal dari hal itu,” ungkap Michael.

Temple bukanlah satu-satunya proyek Braithwaite dan Michael yang telah digarap. Terdapat hunian lain milik keduanya, yakni Mercer yang merupakan gedung apartemen berteknologi pintar pertama di Jersey City, tepat di seberang sungai dari New York City (NYC). Selain itu, ada juga The Summit yang  merupakan gedung tinggi pertama di Jersey City.

Braitwaite dan Michael telah memulai bisnis properti ini sejak tahun 2017 dengan modal keduanya, yaitu sebesar US$ 850.000 atau sekitar Rp 12 miliar. Namun, saat ini aset kekayaan bisnis propertinya mencapai 10,2 juta dollar AS atau setara Rp 150 miliar.

Selain itu, semua bangunan dalam portofolio Michael dan Braithwaite juga merupakan perumahan terjangkau. Harganya berada di bawah rata-rata atau di bawah standar hunian lainnya.

“Ini adalah hunian anak muda kekinian dengan harga terjangkau. Desain interior Skandinavia yang memukau, unit bertenaga AI dengan fasilitas Billionaire’s Row,” ujarnya.

Michael mengungkapkan, tujuannya dengan Braithwaite adalah dapat menciptakan properti milenial dengan total aset senilai US$ 1 miliar pada tahun 2025 mendatang. Terlebih, bisnis ini juga akan sangat menjanjikan untuk Braithwaite yang merupakan persepak bola, terutama ketika waktunya pensiun atau gantung sepatu itu tiba.

Tinggalkan Balasan