Peserta Tapera Bebas Pilih Skema Pengelolaan Dana Berbasis Konvensional atau Syariah

JAKARTA, KOMPAS.com – Para peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dapat menentukan skema pengelolaan dana melalui portal kepesertaan Sitara atau peserta.tapera.go.id, baik berbasis konvensional maupun syariah. Komisioner Badan Pengelola (BP) Tapera Adi Setianto memastikan hal ini dalam konferensi pers virtual, Selasa (03/08/2021).

“Peserta diberi kebebasan untuk menentukan bagaimana dia bersedia dananya dikelola, baik berbasis konvensional atau syariah,” terang Adi.

Tak hanya model pengelolaan, para peserta juga dibebaskan dalam menentukan minat pembiayaan dana Tapera mereka. Ada tiga minat pembiayaan Tapera, yaitu diperuntukkan bagi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Bangun Rumah (KBR), serta Kredit Renovasi Rumah (KRR).

sumber: dok. PPDPP Kementerian PUPR

Portal kepesertaan Sitara atau peserta.tapera.go.id ini juga bisa digunakan peserta dalam mengecek saldo mereka. Para peserta yang dapat mengecek saldo ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berstatus aktif pada Agustus 2020.

PNS yang ditetapkan menjadi peserta Tapera adalah mereka yang tercatat aktif sebagai pegawai di Kementerian/Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah (Pemda). Ketentuan ini sesuai dengan hasil verifikasi data oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diterima BP Tapera.

Meski begitu, kata Adi, peserta yang dapat memanfaatkan pembiayaan perumahan harus memenuhi persyaratan penghasilan maksimum Rp 8 juta per bulan.

Kemudian, mereka belum pernah memperoleh pembiayaan perumahan baik melalui Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum) ataupun program pembiayaan perumahan lainnya dari pemerintah. Selain itu, belum pernah memiliki rumah atau pembiayaan perumahan tersebut digunakan bagi rumah pertamanya.

Bagi para peserta yang bukan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dana pemupukannya akan dikembalikan saat mereka pensiun.

“Jadi, saya berharap apa yang kami lakukan di BP Tapera, hari ini dan seterusnya akan selalu bermanfaat bagi peserta khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” tutup Adi.

Tinggalkan Balasan