Riset: Banyak Relaksasi di Sektor Properti, Tapi 91% Masyarakat Belum Tahu

rumah.com – Pemerintah mengeluarkan banyak relaksasi hingga stimulus untuk sektor properti. Hal ini tentunya sangat tepat karena properti memiliki industri turunan sebanyak 174 industri sehingga sektor ini merupakan lokomotif bisnis yang akan mendorong kemajuan industri-industri lainnya.

Bahkan, jauh sebelum ada pandemi Covid-19 yang membuat banyak sektor bisnis terpuruk, pemerintah telah mengeluarkan banyak regulasi dan saat pandemi ditambah lagi dengan mengeluarkan banyak stimulus untuk sektor properti. Stimulus yang diberikan mulai pengurangan pajak PPN 100 persen, DP nol persen, tren pengurangan suku bunga, dan lainnya.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, berbagai regulasi, relaksasi, maupun stimulus yang dikeluarkan pemerintah menandakan pemerintah telah total di bidang properti. Dengan banyaknya stimulus, diharapkan bisa menjadi titik balik optimisme pasar.

sumber: rumah.com

“Berbagai stimulus ini tentunya sangat baik tapi kemudahan-kemudahan yang dikeluarkan pemerintah ini banyak yang belum diketahui oleh masyarakat. Riset IPW menyebutkan, 91 persen masyarakat belum tahu ada pengurangan PPN untuk pembelian rumah siap huni hingga akhir Agustus 2021,” ujarnya.

IPW melakukan riset untuk berbagai program dan stimulus yang dikeluarkan pemerintah di sektor properti. Dengan stimulus yang diberikan berbatas waktu sejak diberlakukan 25 Maret 2021 lalu, efektivitas kebijakan maupun stimulus ini menjadi kurang terasa karena kurangnya sosialisasi sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya berbagai kemudahan ini.

Tentu ini bukan hanya tugas pemerintah tapi harus ikut didorong oleh seluruh stakeholder properti. Pemahaman masyarakat terkait program DP nol persen juga masih sangat rendah. 24,4 persen masyarakat sudah mengetahui mengenai regulasi nol persen, tapi sisanya masih belum mengetahui.

Terkait suku bunga yang rendah, 53,8 persen masyarakat masih merasa suku bunga KPR yang berlaku di pasar tidak berubah, 23,1 persen masih menganggap tinggi, selebihnya baru mengetahui suku bunga sudah lebih rendah. Kalangan pengembang dan perbankan harus meningkatkan promo untuk mengambil manfaat dari relaksasi ini.

Ali menyebut, berbagai relaksasi dan stimulan untuk sektor properti ini sangat baik, namun sosialisasi yang tidak berjalan sehingga membuat informasi ini tidak tersampaikan kepada masyarakat bisa menghambat tujuan dari relaksasi ini. Semua pihak harus berupaya untuk memaksimalkan berbagai beleid ini sehingga bisa terus mendorong peningkatan bisnis dan industri turunannya.

“Supaya lebih maksimal, berbagai stimulan ini jangan hanya berlaku bagi rumah ready stock untuk pembebasan PPN sehingga produk indent tidak bisa merasakan kesempatan yang baik ini. Di sisi lain, keputusan masyarakat untuk membeli rumah itu biasanya lama, kalau relaksasi  ini bisa berlaku hingga akhir tahun akan lebih banyak yang bisa menikmati kemudahan ini dan kita bisa berharap kalau sektor ini akan bisa bergerak lebih cepat,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan