UEA Bakal Investasi Rp 142,6 Triliun untuk Pembangunan Ibu Kota Negara Baru

Uni Emirat Arab (UEA) bakal berinvestasi pada pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, UEA akan investasi di ibu kota baru senilai US$ 10 miliar, atau sekitar Rp 142,6 triliun.

UEA juga memiliki minat tersendiri terkait sektor pembangunan yang akan diinvestasikan.

“Secara umum beberapa fasilitas gedung mereka mau, kemudian IT juga mereka mau, kemudian beberapa kawasan industri hijau,” kata Bahlil dalam konferensi pers virtual melalui akun Youtube BKPM.

sumber: viva.co.id

Menurut Bahlil, sektor tersebut masih secara umum. Pihaknya masih akan membahasnya lagi bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan tim dari UEA.

“Tim kami masih akan mapping secara detail, termasuk bersama Pak Luhut (Menko Marves) serta tim dari UEA untuk mana saja bagian-bagian yang mereka berminat,” ujarnya.

Untuk detailnya, pemerintah membutuhkan waktu hingga tiga minggu untuk memastikannya. Namun, secara umum sektor tersebutlah yang diminati UEA.

“Detailnya nanti tunggu waktu 2 minggu sampai 3 minggu baru saya akan sampaikan,” tandasnya.

Hal ini sejatinya menindaklanjuti hasil dari kunjungan kerja pemerintah di luar negeri beberapa waktu lalu, yakni membawa sejumlah komitmen investasi, salah satunya dengan UEA.

“Khusus UEA, kami mempunyai komtmen total investasi yang sudah diteken di sana senilai US$ 44,6 miliar (atau Rp 636,3 triliun),” terang Bahlil.

Dari nilai investasi ini, sekitar US$ 19 miliar akan dikelola Indonesia Investment Authority (INA), sementara sisanya dikelola Kementerian Investasi/BKPM.

Besaran investasi itu juga tidak hanya untuk 2022 seluruhnya. Realisasinya dilakukan secara bertahap mulai 2022 hingga paling lambat 2024.

Terkait pembangunan IKN, pemerintah UEA masih akan melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Indonesia perihal nilai final investasinya.

“Tetapi dari 44,6 (miliar dollar AS) ini, yang memungkinkan untuk bisa masuk ke IKN adalah di dalam 10 miliar dollar AS. Itu yang masih longgar sekali. Yang lainnya sudah ter-breakdown, tetapi di luar angka ini ada juga yang kami lagi komunikasikan,” jelasnya.

Namun demikian, Bahlil optimistis UEA akan mengalokasikan dana investasi untuk IKN lebih dari yang sudah tertuang dalam komitmen.

“Karena dari pembicaraan Pak Presiden bersama Pak Luhut dengan Raja Uni Emirat Arab, itu yang saya dengar lebih (dari US$ 10 miliar),” tuturnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pembangunan IKN di Kalimantan Timur membutuhkan dana sebesar US$ 35 miliar atau sekitar Rp 501 triliun.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan