Waspada! Begini Modus Baru Kejahatan Mafia Tanah

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto secara blak-blakan membocorkan beragam modus para mafia tanah. Modus yang dijalankan mulai dari mengambil tanah kosong dengan cara bekerja sama dengan oknum BPN, mengubah data di Pusat Data Informasi (Pusdatin), hingga akhirnya mengeluarkan sertifikat.

“Modus seperti ini ada yang sudah kita tangkap dan terus akan diproses. Apabila ada oknum dari anggota BPN, akan kita proses. Jika terbukti melakukan tindak pidana, pasti dipecat,” ancam Hadi.

Hadi juga mengungkapkan modus lain yang dilakukan para mafia tanah, yakni mengubah data fisik maupun yuridis di atas sertifikat. Caranya, dengan menghapus, mengubah luas tanah, hingga mengubah nama sang pemilik asli sertifikat.

foto: kompas.com

“Ini termasuk, (mafia tanah) masuk Pusdatin dengan illegal access (akses ilegal), kemudian mengubah data sertifikat, dan itu pun kita sedang proses,” sambung Hadi.

Kemudian, aksi yang dilancarkan oleh mafia tanah adalah terbitnya sertifikat ganda. Hal tersebut diketahui saat pemilik sah melihat pada aplikasi Sentuh Tanahku bahwa mereka bukan pemilik aslinya.

“Kita turun di lapangan ternyata terjadi duplikasi. Banyak kejanggalan yang kita temukan dan sekarang dalam proses penyelesaian masalah tersebut,” ujarnya.

Maka dari itu, Kementerian ATR/BPN melaksanakan Rakernas dalam upaya mengantisipasi agar tidak terjadi permasalahan yang sama. Kementerian ATR/BPN juga melibatkan perwakilan dari aparat penegak hukum, terkait upaya penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan.

Rakernas Kementerian ATR/BPN tahun ini juga membahas strategi pembangunan berbasis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dalam rangka mendukung kemudahan berusaha. Selain itu, dukungan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terkait rencana tata ruang dan pengadaan tanah.

sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan