Waspada! Lahan di Daerah Berkembang Jadi Incaran Para Mafia Tanah

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengungkapkan, ada beberapa ciri daerah menonjol yang menjadi incaran para mafia tanah.

“Daerah-daerah mana saja itu banyak ya, ada di seluruh Indonesia,” ujar Sofyan.

Misalnya, daerah dengan tingginya harga tanah serta daerah yang sedang berkembang menjadi target penyerobotan tanah oleh mafia. Kasus tersebut banyak diungkapkan di media sosial oleh warga yang kecewa dengan pelayanan pertanahan oleh BPN yang disebabkan mafia tanah.

sumber: kompas.com

“Kadang-kadang sekarang lagi hot isu mafia tanah, dikatakan mafia tanah. Oleh sebab itu, kami sangat hati-hati untuk menyatakan apakah betul kasus mafia tanah atau tidak,” lanjut Sofyan.

Untuk mengetahui apakah kasus yang dialami seseorang di media sosial tersebut benar karena praktik mafia tanah atau tidak adalah dengan melakukan investigasi secara akurat. Sehingga, hal ini diharapkan agar suatu kasus tidak langsung diklasifikasikan masuk dalam kasus mafia tanah.

Sofyan mengakui, masih banyak kasus pertanahan yang belum tuntas hingga saat ini. Ini terjadi lantaran kasus tersebut sudah masuk ke pengadilan, terutama jika sudah bertahun-tahun atau sudah lama terjadi, lalu dibuka kembali.

Dia mengakui, jika kasus sudah sampai pada titik tersebut, maka sangat rumit untuk diselesaikan. Namun menurut Sofyan, Presiden Jokowi dan Kementerian ATR/BPN bersama aparat penegak hukum sangat serius dalam mengatasi mafia tanah.

Tujuannya, untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah kepada masyarakat. Sehingga, para investor juga yakin untuk berinvestasi di Indonesia.

“Sehingga, orang yang punya hak bisa tidur nyenyak, tidak khawatir bahwa tanahnya diserobot oleh mafia dengan berbagai praktik-praktiknya,” lanjutnya.

Dia mengingatkan kepada para mafia agar tidak coba-coba lagi menjalankan aksinya dalam merampas tanah masyarakat. Jika dahulu mereka dengan leluasa melaksanakan praktiknya, sekarang tidak bisa melakukan dengan bebas karena pemerintah akan memantau dan melakukan berbagai upaya untuk menghentikan aksi para mafia tanah tersebut.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan